Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pecel Peyek Ombo Mbok Sarti di Muncar Banyuwangi, Sensasi Pedas Legendaris yang Bikin Ketagihan

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 11 April 2026 | 08:29 WIB
PEYEK OMBO: Bagus, cucu menantu Mbok Sarti,  menyajikan nasi pecel dengan lauk rempeyek di warungnya yang beralamat di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
PEYEK OMBO: Bagus, cucu menantu Mbok Sarti, menyajikan nasi pecel dengan lauk rempeyek di warungnya yang beralamat di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kuliner legendaris di Banyuwangi kembali mencuri perhatian. Salah satunya adalah Pecel Peyek Ombo Mbok Sarti, warung sederhana yang telah berdiri sejak 1997 dan hingga kini tetap ramai diserbu pembeli.

Berlokasi di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, warung ini dikenal dengan cita rasa sambal pecel yang super pedas serta rempeyek ukuran jumbo yang menjadi ciri khas utamanya.

Sensasi pedasnya bahkan disebut-sebut mampu membuat pelanggan ketagihan dan datang kembali.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan Kerja Mulai 11 April 2026, Simak Posisi, Jadwal, dan Cara Daftarnya

Legendaris Sejak 1997, Tetap Ramai Hingga Kini

Warung nasi pecel Mbok Sarti sangat mudah ditemukan.

Dari perempatan lampu merah Muncar, pengunjung cukup melaju lurus ke arah selatan, kemudian belok ke timur sekitar 100 meter dari jalan raya.

Di depan warung berdiri papan bertuliskan merah mencolok “Pusat Sego Pecel Mbok Sarti Peyek Ombo”.

Meski tampil sederhana, warung ini nyaris tidak pernah sepi.

Sejak berdiri hampir tiga dekade lalu, warung tersebut tetap menjadi tujuan favorit pecinta kuliner tradisional, baik warga sekitar maupun pembeli dari luar kota Banyuwangi.

Warung buka mulai pagi hingga sore hari.

Baca Juga: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Langsung Diperiksa Intensif di Jakarta

Rempeyek Jumbo Jadi Pembeda

Yang membuat warung ini berbeda dari nasi pecel lain adalah rempeyek ukuran jumbo.

Jika biasanya pecel disajikan dengan beberapa peyek kecil, di sini pelanggan mendapat satu rempeyek besar dalam setiap porsi.

Menurut juru masak sekaligus generasi kedua pengelola, Siti Rokanah, konsep peyek besar ini lahir dari ide sederhana almarhum Mbok Sarti.

“Biasanya rempeyek kecil dan jumlahnya lebih dari satu. Karena ribet saat pembuatannya, akhirnya dibuat satu porsi satu rempeyek ukuran jumbo,” ujarnya.

Dari situlah muncul nama Peyek Ombo, yang dalam bahasa Jawa berarti peyek besar.

Nama tersebut kini menjadi identitas khas yang melekat kuat pada warung legendaris ini.

Baca Juga: KPK OTT Bupati Tulungagung, 16 Orang Terjaring dalam Operasi Senyap

Sambal Super Pedas, Resep Turun Temurun

Selain rempeyek jumbo, daya tarik utama lainnya adalah sambal pecel yang terkenal sangat pedas.

Rasa pedasnya bahkan menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menurut Siti, komposisi cabai yang digunakan sangat berani.

“Kalau kacangnya empat kilogram, cabainya bisa sampai enam kilogram,” katanya.

Perbandingan tersebut membuat sambal pecel memiliki sensasi pedas yang kuat, namun tetap gurih karena dominasi kacang pilihan.

Resep sambal ini merupakan warisan langsung dari Mbok Sarti dan kini dijaga ketat oleh generasi kedua.

Baca Juga: Ayam Pedas Legendaris Mbok Wo Pesanggaran Banyuwangi, Sehari Habiskan 50 Ekor Ayam Kampung sejak 1955

Nasi Ditanak dengan Kayu Bakar

Keunikan lain yang membuat cita rasa pecel ini begitu khas adalah proses memasak yang masih tradisional.

Nasi ditanak menggunakan kayu bakar, sehingga menghasilkan aroma khas masakan tempo dulu.

Metode ini dipertahankan untuk menjaga cita rasa autentik yang menjadi kekuatan utama warung.

Selain pecel dan peyek jumbo, tersedia pula berbagai topping seperti telur asin, tempe, dan pepes kenyar tanpa duri.

Meski menu tidak banyak, justru kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri.

Butuh Keahlian Khusus

Pembuatan peyek jumbo ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.

Menurut Siti, prosesnya membutuhkan keahlian khusus karena ukuran besar membuat peyek lebih mudah gosong.

“Pembuatan rempeyek harus menggunakan tungku, tidak boleh pakai kompor. Tepung beras juga harus buatan sendiri,” jelasnya.

Ia menyebut, hingga saat ini hanya dirinya yang benar-benar menguasai teknik pembuatan peyek jumbo tersebut.

Jadi Penopang Ekonomi Keluarga Besar

Usaha yang dirintis Mbok Sarti ini kini menjadi sumber penghidupan keluarga besar.

Warung tersebut mempekerjakan sekitar 10 karyawan, tujuh di antaranya berasal dari keluarga sendiri.

Mulai dari anak hingga cucu ikut meneruskan usaha kuliner legendaris ini.

“Yang penting rasa dan ciri khas tetap terjaga,” katanya.

Sudah Punya Dua Cabang

Warung Pecel Mbok Sarti sempat memiliki empat cabang.

Saat ini masih tersisa dua cabang yang dikelola langsung oleh anak-anak Mbok Sarti.

Ke depan, keluarga berencana membuka cabang baru untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Langkah ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas rasa agar tidak berubah.

Ramai Saat Libur dan Ramadan

Pada hari libur dan bulan Ramadan, jumlah pembeli meningkat drastis.

Dalam sehari, tepung untuk membuat peyek bisa habis hingga 20 kilogram.

Pelanggan yang datang tidak hanya dari kalangan orang tua, tetapi juga anak muda dan wisatawan luar kota.

Harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan warung ini tetap diminati lintas generasi.

Tak heran jika Pecel Peyek Ombo Mbok Sarti kini menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Banyuwangi. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata kuliner Banyuwangi #pecel peyek ombo #Mbok Sarti Banyuwangi #kuliner Muncar #pecel legendaris