RADARBANYUWANGI.ID - Saat bulan Ramadan tiba, berbagai pilihan makanan lezat biasanya hadir untuk menemani waktu berbuka puasa. Salah satu hidangan yang selalu menggugah selera adalah Martabak telur.
Makanan yang terkenal dengan kulit renyah dan isian gurih ini menjadi favorit banyak orang di Indonesia.
Perpaduan telur, daging, dan daun bawang yang dibungkus kulit tipis lalu digoreng hingga kecokelatan membuat rasanya sulit ditolak.
Tak heran jika martabak telur kerap dijadikan menu andalan untuk berbuka puasa maupun sahur. Selain rasanya lezat, makanan ini juga cukup mengenyangkan karena kandungan protein dan lemaknya yang tinggi.
Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, martabak telur ternyata cukup mudah dibuat.
Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, hidangan ini bisa menjadi menu spesial keluarga saat berbuka.
Cocok untuk Menu Buka Puasa yang Mengenyangkan
Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan makanan yang mampu mengembalikan energi dengan cepat. Martabak telur termasuk makanan yang cukup ideal untuk itu.
Isian telur dan daging memberikan kandungan protein yang membantu mengembalikan energi tubuh. Sementara kulit martabak yang terbuat dari tepung menyediakan karbohidrat sebagai sumber tenaga.
Karena kandungan gizinya cukup padat, satu potong martabak telur saja sudah mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tak hanya itu, aroma gurih yang muncul saat martabak digoreng juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat hidangan ini selalu menggoda saat waktu berbuka tiba.
Kandungan Gizi Martabak Telur
Meski dikenal sebagai makanan gorengan, martabak telur sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap jika dikonsumsi dalam porsi wajar.
Dalam satu potong martabak telur, terdapat beberapa kandungan gizi utama, di antaranya:
- Protein
Protein berasal dari telur dan daging sapi yang menjadi bahan utama isi martabak. Nutrisi ini penting untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot. - Lemak
Lemak berasal dari telur serta minyak yang digunakan saat proses penggorengan. Lemak memberikan rasa gurih sekaligus membantu tubuh mendapatkan energi. - Karbohidrat
Karbohidrat berasal dari kulit martabak yang terbuat dari tepung terigu. Nutrisi ini menjadi sumber energi utama bagi tubuh setelah berpuasa. - Vitamin dan Mineral
Telur mengandung berbagai vitamin B, sementara daging sapi menyediakan zat besi yang penting untuk membantu pembentukan sel darah merah.
Namun karena kandungan lemaknya cukup tinggi, martabak telur biasanya disajikan bersama acar timun dan sambal kecap agar rasanya lebih segar dan seimbang.
Resep Martabak Telor Gurih Renyah Ala Rumahan
Bagi yang ingin mencoba membuat martabak telur sendiri di rumah untuk menu buka puasa, berikut resep praktis yang bisa dicoba.
Bahan Kulit Martabak
- 200 gram tepung terigu
- 160 ml air
- 30 gram minyak goreng
- ½ sendok teh garam
- Minyak goreng secukupnya untuk merendam adonan
Bahan Isian Martabak
- 3 butir telur ayam (bisa juga telur bebek agar lebih gurih)
- 200–250 gram daging sapi giling
- 2 batang daun bawang, iris halus
- Garam secukupnya
- Merica bubuk secukupnya
- Kaldu bubuk atau penyedap rasa sesuai selera
- Opsional: 2 sendok teh sambal terasi untuk rasa pedas gurih
Cara Membuat Martabak Telor Gurih Renyah
1. Membuat Kulit Martabak
Campurkan tepung terigu, air, minyak goreng, dan garam dalam satu wadah. Uleni hingga adonan menjadi elastis dan tidak lengket di tangan.
Setelah adonan kalis, bagi menjadi beberapa bulatan kecil. Rendam setiap bulatan dalam minyak goreng agar adonan menjadi lebih lentur saat ditarik nanti.
Diamkan sekitar 30–60 menit agar teksturnya semakin elastis.
2. Menyiapkan Isian Martabak
Pecahkan telur ke dalam mangkuk besar. Tambahkan irisan daun bawang, daging sapi giling, garam, merica, serta kaldu bubuk.
Jika ingin rasa lebih harum, daging giling bisa ditumis terlebih dahulu dengan sedikit bawang bombay hingga harum sebelum dicampur ke dalam telur.
Aduk semua bahan hingga tercampur rata.
3. Membentuk Martabak
Ambil satu bulatan adonan kulit, lalu pipihkan dan tarik perlahan hingga menjadi sangat tipis seperti kain.
Letakkan kulit yang sudah tipis di atas permukaan datar, lalu tuangkan campuran telur dan daging di bagian tengah.
Lipat kulit martabak dari empat sisi hingga membentuk kotak yang rapi dan menutup seluruh isian.
4. Menggoreng Martabak
Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
Masukkan martabak yang sudah dilipat ke dalam minyak panas, lalu goreng hingga berwarna cokelat keemasan dan teksturnya menjadi renyah.
Balik martabak secara perlahan agar matang merata di kedua sisi.
Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Sajian Pelengkap yang Membuat Rasanya Makin Nikmat
Martabak telur biasanya disajikan bersama acar timun dan wortel yang segar. Pelengkap ini membantu menyeimbangkan rasa gurih dan berminyak dari martabak.
Tak ketinggalan, sambal kecap yang dicampur irisan cabai rawit juga sering menjadi teman makan martabak telur.
Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar inilah yang membuat hidangan ini terasa semakin nikmat saat disantap.
Menu Buka Puasa yang Selalu Jadi Favorit
Di berbagai daerah di Indonesia, martabak telur hampir selalu hadir di deretan makanan favorit saat Ramadan.
Banyak pedagang kaki lima hingga restoran yang menjual hidangan ini setiap sore menjelang waktu berbuka.
Namun dengan resep sederhana di atas, martabak telur juga bisa dibuat sendiri di rumah. Selain lebih hemat, kebersihan dan kualitas bahan pun bisa lebih terjamin.
Martabak telur hangat yang baru diangkat dari penggorengan tentu menjadi hidangan istimewa untuk dinikmati bersama keluarga saat berbuka puasa.
Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta aromanya yang menggoda membuat hidangan ini selalu sukses memanjakan lidah setelah seharian berpuasa. (*)
Editor : Ali Sodiqin