RADARBANYUWANGI.ID - Mi instan kerap menjadi pilihan praktis untuk menu sahur. Proses memasaknya cepat, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di dapur hampir setiap rumah.
Namun, pertanyaannya: apakah mi instan termasuk menu sahur yang sehat?
Jika menilik kandungan gizinya, laman kesehatan Healthline mencatat bahwa mi instan tergolong makanan rendah kalori, serat, dan protein.
Sebaliknya, makanan ini tinggi lemak, natrium (garam), serta karbohidrat, dengan tambahan beberapa mikronutrien tertentu.
Artinya, mi instan saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama menjalani puasa sekitar 13–14 jam.
Tinggi Karbohidrat, Perlu Tambahan Nutrisi
Dokter spesialis gizi, dr. Inge Permadhi, juga menilai mi instan didominasi karbohidrat karena hampir sepenuhnya terbuat dari tepung.
“Mi instan ini banyak karbohidrat. Kalau mau sehat harus ditambah protein, lemak, dan pendamping lainnya,” ujar dr. Inge saat dihubungi media.
Karbohidrat memang penting sebagai sumber energi. Namun tanpa tambahan protein dan serat, rasa kenyang tidak akan bertahan lama. Akibatnya, tubuh bisa cepat lemas sebelum waktu berbuka tiba.
Lalu, bagaimana trik memasak mi instan agar lebih sehat untuk sahur?
Resep Menu Sahur Sehat Berbasis Mi Instan
Agar mi instan tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan, berikut dua langkah penting yang direkomendasikan ahli gizi.
- Tambahkan Aneka Sayuran Kaya Serat
Langkah pertama adalah memperkaya mi instan dengan sayuran. Pilih sayuran seperti bayam, sawi, brokoli, kembang kol, kubis, hingga wortel.
Menurut informasi dari Health, sayuran umumnya kaya serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan. Bayam, kale, dan brokoli juga mengandung kalsium, kalium, folat, serta vitamin K.
Serat berperan memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepas secara bertahap. Ini penting agar tubuh tidak cepat lapar saat puasa.
Tips praktis:
- Rebus sayuran bersamaan dengan mi agar tetap segar.
- Gunakan lebih banyak sayur dibanding mi untuk porsi lebih seimbang.
- Kurangi setengah bumbu instan untuk menekan asupan natrium.
- Tambahkan Sumber Protein, Misalnya Telur
Setelah sayuran, tambahkan sumber protein agar menu sahur lebih lengkap. Telur menjadi pilihan paling praktis.
Berdasarkan data dari Mayo Clinic, satu butir telur mengandung sekitar 75 kalori, 5 gram lemak, 6 gram protein, serta vitamin A, D, B2, dan kolin.
Protein membantu memperpanjang rasa kenyang, menjaga massa otot, dan menstabilkan energi selama puasa.
Selain telur, Anda bisa menambahkan:
- Dada ayam rebus atau suwir
- Tahu atau tempe
- Bakso atau sosis (pilih yang rendah lemak dan rendah garam)
Kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat akan membuat menu sahur lebih seimbang.
Tips Tambahan Agar Mi Instan Lebih Sehat untuk Sahur
Agar lebih optimal sebagai resep menu sahur sehat, lakukan beberapa penyesuaian berikut:
- Gunakan hanya setengah bumbu untuk mengurangi kadar garam.
- Tambahkan sedikit minyak zaitun atau wijen sebagai lemak sehat.
- Sertakan buah sebagai penutup sahur.
- Minum air putih cukup untuk mencegah dehidrasi.
Mi instan memang bukan makanan ideal jika dikonsumsi sendirian. Namun dengan modifikasi yang tepat, makanan ini tetap bisa menjadi alternatif sahur yang praktis dan relatif lebih sehat.
Kuncinya bukan pada mi instannya semata, melainkan pada bagaimana Anda mengolah dan melengkapinya dengan nutrisi lain.
Jadi, jika sahur dengan mi instan tak terhindarkan, pastikan piring Anda penuh warna—ada hijau dari sayuran, putih atau kuning dari protein, dan tetap seimbang dalam porsi.
Dengan begitu, energi selama 14 jam puasa tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan. (*)
Editor : Ali Sodiqin