RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, permintaan kurma di pasar Indonesia meningkat signifikan.
Buah khas Timur Tengah ini menjadi menu favorit saat berbuka puasa karena rasanya manis, teksturnya lembut, serta dipercaya memiliki manfaat kesehatan.
Namun, belakangan ini asal-usul kurma menjadi perhatian banyak konsumen, terutama terkait produk yang berasal dari Israel.
Isu ini semakin menguat seiring meningkatnya solidaritas masyarakat terhadap Palestina.
Tidak sedikit konsumen yang ingin memastikan produk yang dibeli tidak terafiliasi dengan negara tersebut, apalagi setelah muncul berbagai kampanye boikot global.
Karena itu, penting memahami ciri-ciri kurma Israel, cara mengecek asal produk, hingga informasi fatwa keagamaan yang berkaitan dengan hal tersebut sebelum membeli.
Ciri-Ciri Kurma Israel yang Perlu Diketahui Konsumen
Berdasarkan informasi dari organisasi kampanye global seperti Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) dan Islamic Human Rights Commission, terdapat beberapa indikator yang bisa membantu mengenali kurma asal Israel di pasaran.
- Barcode Awalan 729
Produk asal Israel umumnya memiliki kode barcode yang diawali angka 729. Kode ini biasanya tercetak di bagian belakang kemasan sebagai identitas negara produsen.
- Nama Perusahaan Eksportir Israel
Perhatikan informasi produsen atau eksportir pada kemasan. Beberapa nama yang sering muncul antara lain Carmel Agrexco, Mehadrin, hingga Hadiklaim yang dikenal sebagai salah satu eksportir kurma terbesar dari Israel.
- Kurma Medjool Perlu Dicek Asalnya
Tidak semua kurma Medjool berasal dari Israel. Namun, jenis ini memang banyak diproduksi di wilayah tersebut sehingga konsumen perlu memastikan identitas produsen sebelum membeli.
- Tidak Ada Keterangan Negara Asal yang Jelas
Produk tanpa informasi negara asal yang transparan patut diwaspadai. Beberapa kemasan bahkan menampilkan tulisan Arab atau simbol tertentu yang dapat menimbulkan kebingungan konsumen.
- Harga Terlalu Murah dari Pasaran
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis juga bisa menjadi indikator.
Beberapa pihak menilai harga rendah tersebut berkaitan dengan dukungan subsidi produksi di negara asal.
Cara Mengecek Produk Kurma Sebelum Membeli
Agar tidak salah pilih, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Memeriksa label kemasan secara detail
- Mencari nama produsen melalui internet
- Mengecek merek dagang yang beredar di supermarket
- Memilih produk dengan label jelas seperti “Grown in Palestine”
Beberapa merek kurma yang mencantumkan asal Palestina secara transparan dinilai lebih aman bagi konsumen yang selektif.
Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023: Mendukung Agresi Israel Haram
Isu produk Israel juga berkaitan dengan fatwa keagamaan di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 menegaskan bahwa mendukung agresi Israel terhadap Palestina hukumnya haram bagi umat Islam.
Fatwa tersebut diputuskan dalam sidang Komisi Fatwa MUI pada 8 November 2023 di Jakarta.
Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan bahwa dukungan terhadap Israel, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui transaksi ekonomi dengan produk terafiliasi, masuk dalam kategori yang dilarang.
Sebaliknya, fatwa tersebut juga menekankan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina hukumnya wajib, termasuk melalui zakat, infak, maupun sedekah untuk rakyat Palestina.
MUI juga mengimbau umat Islam untuk menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel sebagai bentuk kepatuhan terhadap fatwa dan solidaritas kemanusiaan.
Daftar Merek Kurma yang Perlu Diwaspadai
Mengutip berbagai sumber kampanye konsumen global, berikut sejumlah merek kurma yang disebut memiliki keterkaitan dengan perusahaan Israel:
- Bomaja
- Bonbierra
- Brousse & Fils
- Carmel Agrexco
- Delilah
- Desert Diamond
- Hadiklaim
- Jordan River
- Jordan Valley
- Jordan Plains
- Anna and Sarah
- Urban Platter
- King Solomon
- MyJool
- Mehadrin
- Nava Fresh
- Premium Medjoul
- Rapunzel
- Red Sea
- Royal Treasure
- Fancy Medjoul
- Kalahari
- Tamara Barhi
- Paradise Dates
- Shams
- Star Dates
- Food to Live
- Sincerely Nuts
Konsumen disarankan tetap melakukan pengecekan mandiri karena satu produsen dapat memasarkan produk dengan berbagai merek berbeda di setiap negara.
Konsumen Diminta Lebih Bijak Jelang Ramadan
Dengan meningkatnya kebutuhan kurma selama Ramadan, masyarakat diharapkan lebih teliti sebelum membeli.
Memahami ciri-ciri produk, mengecek label, serta mengetahui informasi fatwa menjadi langkah penting agar konsumsi tetap sesuai prinsip dan keyakinan masing-masing.
Selain itu, memilih produk dengan asal yang jelas juga membantu konsumen mendapatkan kualitas terbaik untuk menu berbuka puasa bersama keluarga. (*)
Editor : Ali Sodiqin