RADARBANYUWANGI.ID – Masyarakat yang ingin mencicipi sensasi eksotis Durio graveolens atau yang dikenal sebagai durian merah Banyuwangi bisa mulai bersiap.
Memasuki akhir Februari hingga Maret–April, buah khas berwarna merah menyala itu diperkirakan mulai memasuki masa panen melimpah.
Sekretaris Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis Durian Merah Banyuwangi, Syva Dila Kharisma, mengatakan saat ini ketersediaan durian merah masih terbatas.
Meski sudah ada beberapa buah yang masak alami atau masak bawah pohon, volumenya belum signifikan.
“Populasi durian merah tersebar di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Songgon dan Kecamatan Glagah,” ujarnya.
Sentra Durian Merah di Songgon dan Glagah
Syva menjelaskan, dari enam varietas yang telah didaftarkan sebagai durian lokal unggul sejak 2018, empat berasal dari Songgon dan dua dari Glagah.
Kedua wilayah tersebut memang dikenal sebagai sentra pengembangan durian merah di Banyuwangi.
Di luar enam varietas unggulan itu, masih terdapat beberapa pohon durian merah lain. Namun jumlahnya tidak banyak karena keterbatasan pohon induk.
Kondisi ini membuat komposisi durian merah jauh lebih sedikit dibandingkan durian lokal pada umumnya.
“Komposisi durian merah memang tidak sebanyak durian lokal biasa. Pohon induknya sedikit, sehingga buah yang siap panen juga tidak tersedia setiap hari,” jelasnya.
Tak heran, bagi para pemburu durian, mendapatkan buah berwarna merah ini bukan perkara mudah. Bahkan, sebagian konsumen sudah melakukan pemesanan sejak buah belum muncul di pohon.
“Biasanya pembelian langsung lewat petani atau pengepul. Bahkan kadang sebelum berbuah, orang sudah banyak yang pesan,” imbuhnya.
Harga Durian Merah Banyuwangi
Karena ketersediaannya terbatas dan memiliki nilai eksotis tinggi, harga durian merah relatif lebih mahal dibanding durian lokal lainnya.
Di jaringan kelompok MPIG, harga dibanderol mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
Durian merah juga jarang dijajakan di pinggir jalan seperti durian biasa. Pembeli umumnya harus berhubungan langsung dengan petani atau pengepul untuk mengetahui ketersediaan terkini.
MPIG turut memfasilitasi informasi agar calon pembeli dapat diarahkan ke kebun yang sedang panen.
Aman Dikonsumsi dan Bersertifikat Unggul
Pada awal kemunculannya, warna merah menyala sempat membuat sebagian masyarakat ragu untuk mengonsumsi buah ini.
Namun keraguan tersebut terjawab setelah melalui pengujian yang difasilitasi dinas pertanian.
Hasilnya, durian merah dinyatakan aman dikonsumsi dan layak dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah.
Upaya penelusuran durian unggul di Banyuwangi sendiri telah dimulai sejak 2016 melalui ajang Agro Expo.
Setelah mencatatkan prestasi, sejumlah varietas kemudian mengantongi sertifikat durian lokal unggul pada 2018 dengan dukungan pemerintah daerah.
Sejak saat itu, pohon-pohon durian merah terus dilindungi dan diperbanyak, meski populasinya masih kalah jauh dibanding durian biasa.
Daftar Varietas Durian Merah Banyuwangi
Berikut beberapa varietas durian merah yang berkembang di Banyuwangi:
- Durian Merah Gandrung
Dikenal dengan warna merah pekat serta perpaduan rasa manis dan sedikit pahit yang khas. - Durian Merah Sayu Wiwit
Memiliki warna merah dengan semburat oranye, tampil menarik dan elegan. - Durian Merah Tawangalun
Ciri khasnya daging buah tebal dengan tekstur lembut. - Durian Merah Sunrise of Java
Warna merah cerah mencolok, sesuai dengan julukan Banyuwangi sebagai Sunrise of Java. - Durian Merah Balqis
Daging tebal berwarna merah tua dengan rasa manis legit. - Durian Merah Madu Blambangan
Didominasi rasa manis, cocok bagi penikmat durian yang tidak menyukai rasa pahit.
Meski tampil berbeda, Syva menegaskan cita rasa durian merah sebenarnya tidak terpaut jauh dari durian lokal Banyuwangi lainnya.
Perbedaan paling mencolok terletak pada warna daging buahnya yang merah menyala, menjadikannya unik sekaligus incaran pecinta durian.
“Yang membedakan lebih ke warnanya saja, kalau rasa tidak jauh berbeda dengan durian lokal lainnya,” pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin