RADARBANYUWANGI.ID - Kekayaan kuliner Jawa Timur memang tak pernah habis untuk dibahas.
Dari rawon, rujak cingur, hingga soto Lamongan, semuanya punya karakter kuat dan penggemar setia.
Namun ada satu menu khas pesisir yang selalu memantik perdebatan: lontong kupang.
Kuliner khas dari Sidoarjo ini dikenal dengan rasa gurih yang khas. Sepintas, tampilannya sederhana.
Potongan lontong disiram kuah, diberi kupang (kerang kecil), petis, dan biasanya dilengkapi sate kerang serta perasan jeruk nipis.
Tapi di balik kelezatannya, ada catatan penting yang tak boleh diabaikan—terutama jika hendak menjadikannya menu sahur puasa Ramadan.
Cocok Jadi Menu Sahur, Asal Tahu Cara Mengolahnya
Saat Ramadan, banyak orang mencari menu sahur yang mengenyangkan, praktis, dan kaya rasa.
Lontong kupang bisa menjadi salah satu pilihan karena mengandung karbohidrat dari lontong dan protein dari kupang.
Kuahnya yang hangat dan gurih juga cocok disantap dini hari sebelum imsak. Apalagi jika dipadukan dengan sambal dan petis yang legit, sensasi rasanya bisa membangkitkan selera makan meski masih mengantuk.
Namun, menu ini tidak bisa dimasak sembarangan. Pengolahan kupang harus benar-benar matang dan bersih untuk menghindari risiko gangguan kesehatan.
Resep Lontong Kupang Khas Sidoarjo
Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri untuk sahur, berikut resep sederhana lontong kupang khas Sidoarjo.
Bahan-bahan:
- 3 buah lontong, potong dadu
- 250 gram kupang segar, bersihkan
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 1 sdm petis udang
- Garam dan gula secukupnya
- Air secukupnya untuk kuah
- Jeruk nipis secukupnya
- Sambal sesuai selera
Cara Membuat:
- Rebus kupang hingga benar-benar matang. Pastikan air mendidih sempurna.
- Tumis bawang putih hingga harum, lalu tambahkan air untuk kuah.
- Masukkan kupang, tambahkan garam dan gula secukupnya.
- Koreksi rasa, lalu sajikan di atas potongan lontong.
- Tambahkan petis, sambal, dan perasan jeruk nipis sebelum disantap.
Agar lebih nikmat untuk sahur, sajikan dalam keadaan hangat dan tambahkan lauk pendamping sesuai selera.
Catatan Penting: Tidak Semua Orang Cocok
Di balik cita rasanya yang menggoda, lontong kupang tidak selalu cocok untuk semua orang.
Kupang merupakan sejenis kerang kecil yang hidup di perairan pesisir. Secara alami, hewan ini menyerap berbagai zat dari lingkungannya.
Jika lingkungan perairan tercemar, kupang berpotensi mengandung logam berat atau zat berbahaya.
Karena itu, penting memastikan kupang berasal dari sumber yang terpercaya dan diolah dengan benar.
Selain itu, sebagian orang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap makanan laut, khususnya kerang.
Ada yang mulutnya bisa menerima, tetapi sistem pencernaan menolak. Gejalanya bisa berupa mual hingga muntah setelah mengonsumsi.
Karena itu, sebelum menjadikan lontong kupang sebagai menu sahur Ramadan, pastikan kondisi tubuh Anda cocok dengan makanan berbahan dasar kerang.
Bijak Memilih Menu Sahur
Sahur adalah waktu penting untuk mengisi energi sebelum berpuasa seharian. Memilih menu tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal keamanan dan kecocokan dengan tubuh.
Lontong kupang khas Sidoarjo memang lezat dan menggugah selera. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan.
Jika ragu terhadap kualitas kupang atau memiliki riwayat alergi seafood, sebaiknya pilih alternatif lain yang lebih aman.
Pada akhirnya, setiap kuliner punya penggemarnya masing-masing. Lontong kupang tetap menjadi bagian dari kekayaan kuliner Jawa Timur.
Hanya saja, untuk menu sahur Ramadan, pastikan Anda mengenal bahan dan memahami risiko sebelum menyantapnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin