RADARBANYUWANGI.ID — Daya tarik pariwisata Banyuwangi terus bertambah. Terbaru, hadir Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi.
Kawasan kampung nelayan modern ini diproyeksikan menjadi ikon baru wisata bahari sekaligus pusat ekonomi pesisir di Bumi Blambangan.
KNMP merupakan salah satu program strategis nasional yang digagas di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Banyuwangi menjadi daerah yang dipercaya sebagai lokasi pengembangan kampung nelayan terpadu tersebut, seiring komitmen daerah ini dalam mengembangkan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata secara berkelanjutan.
Lokasi KNMP Banyuwangi terbilang strategis. Kawasan ini berada tidak jauh dari pusat kuliner olahan hasil laut Fish Market Kampung Mandar yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Hingga Minggu (1/2), pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir.
Progres pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi kini mencapai sekitar 97 persen.
Pekerjaan yang tersisa hanya tahap finishing, meliputi penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung agar siap dioperasikan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan pesisir Banyuwangi.
Menurutnya, kehadiran KNMP akan semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan berbasis maritim.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini akan menambah daya tarik pusat kuliner seafood dan wisata bahari di Banyuwangi,” ujar Ipuk kemarin (1/2).
KNMP Banyuwangi mulai dibangun sejak September 2025. Konsep kawasan ini mengusung perpaduan antara modernitas dan kearifan lokal.
Bangunan-bangunan utama KNMP mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Oseng yang diperkaya dengan ornamen batik khas Gajah Oleng, simbol budaya masyarakat Banyuwangi.
Tercatat ada enam unit bangunan utama yang dirancang dengan gaya arsitektur Oseng. Sentuhan desain tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga memberikan karakter khas yang membedakan KNMP Banyuwangi dengan kampung nelayan modern di daerah lain.
Selain bangunan utama, KNMP Banyuwangi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan.
Mulai dari dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, balai pertemuan, pabrik es, hingga unit pengolahan hasil laut. Kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru yang terintegrasi dengan aktivitas nelayan setempat.
“Kampung nelayan modern ini dirancang secara terintegrasi. Selain menjadi pusat aktivitas nelayan, kawasan ini juga disiapkan sebagai daya tarik baru sektor pariwisata Banyuwangi. Dengan konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” jelas Ipuk.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menambahkan bahwa pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.
“Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi. KNMP diharapkan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat nelayan,” terang Suryono.
Menurutnya, KNMP Banyuwangi dirancang agar memberi manfaat langsung bagi nelayan setempat.
Berbagai fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, serta ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Suryono menuturkan, setelah seluruh pekerjaan fisik rampung, pengoperasian KNMP Banyuwangi masih menunggu proses administrasi dari pemerintah pusat. Pengelolaan kawasan tersebut nantinya akan diserahkan kepada pengelola lokal.
“Setelah berita acara serah terima (BAST), kawasan ini akan dikelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” pungkasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin