RADARBANYUWANGI.ID - Musim hujan yang belakangan rutin mengguyur sejumlah daerah menjadi momen tepat untuk menikmati camilan hangat.
Salah satu sajian yang kerap jadi pilihan keluarga adalah lumpia atau martabak bihun. Gurih, renyah, dan bisa dibuat dengan tingkat kepedasan sesuai selera, camilan ini tak pernah kehilangan penggemar.
Inspirasi resep datang dari dapur rumahan Ririn Kristanti, ibu rumah tangga asal Sampit, Kalimantan Tengah, yang kini berdomisili di Surabaya.
Melalui platform Cookpad, Ririn membagikan resep Martabak Bihun Wortel Cabe Rawit Potong yang langsung menarik perhatian warganet.
Sejak diunggah pada 12 Januari 2026, resep tersebut mendapat berbagai reaksi positif, mulai dari pujian hingga permintaan tips penyimpanan.
“Kalau hujan, paling enak makan yang hangat dan pedas. Tingkat pedasnya bisa disesuaikan, tinggal atur jumlah cabai rawitnya,” tulis Ririn dalam keterangan resepnya, yang dilansir dari laman cookpad.com.
Kulit Lentur, Isian Gurih dan Pedas
Keistimewaan resep ini terletak pada kulit martabak atau lumpia yang dibuat sendiri. Teksturnya lentur, tidak mudah sobek, dan tetap renyah setelah digoreng.
Kunci utamanya ada pada proses perendaman adonan kulit dalam minyak selama minimal satu jam.
Bahan kulit cukup sederhana, terdiri dari tepung terigu serbaguna, garam, minyak goreng, dan air. Setelah diuleni hingga kalis, adonan dibagi rata lalu direndam minyak agar elastis saat dibentuk.
Sementara itu, isian menggunakan bihun jagung yang direbus setengah matang, dipadukan dengan wortel parut, bawang merah, dan bawang putih.
Isian ditumis hingga harum, lalu dibumbui garam, kaldu bubuk, dan lada. Untuk sensasi pedas, cabai rawit dipotong kecil-kecil dan dimasukkan langsung saat proses pelipatan lumpia.
“Jadi setiap orang bisa menentukan sendiri mau seberapa pedas. Anak-anak bisa tanpa cabai, orang dewasa tinggal tambah,” jelas Ririn.
Proses Lipat Jadi Kunci Tampilan
Berbeda dengan lumpia pada umumnya, martabak bihun ini dilipat membentuk segitiga menyerupai cone.
Isian diletakkan agak ke bawah kulit, kemudian sisi kiri dan kanan dilipat ke dalam, sebelum bagian atas ditutup rapat. Teknik ini membuat isian tidak mudah keluar saat digoreng.
Penggorengan dilakukan dengan minyak secukupnya menggunakan api sedang.
Agar lebih gurih, Ririn menyarankan menambahkan sedikit lemak ayam. Martabak digoreng hingga kecokelatan dan kering di seluruh permukaan.
Hasilnya, lumpia martabak dengan kulit renyah, isian lembut, dan sensasi pedas yang “nendang”.
Cocok untuk Camilan Keluarga dan Ide Jualan
Selain disantap langsung, martabak bihun wortel ini juga cocok dijadikan ide usaha rumahan.
Bahan mudah didapat, biaya relatif terjangkau, dan rasanya akrab di lidah masyarakat. Penyajiannya makin lengkap dengan sambal petis atau saus cocolan favorit.
Tak sedikit warganet yang bertanya apakah camilan ini bisa disimpan beku.
Menjawab hal itu, Ririn menyarankan martabak bisa dibekukan dalam kondisi mentah, lalu digoreng langsung tanpa dicairkan saat akan disajikan.
Dengan cita rasa gurih, pedas, dan tekstur renyah, lumpia bihun wortel ala rumahan ini menjadi bukti bahwa camilan sederhana tetap bisa istimewa.
Apalagi dinikmati bersama keluarga saat hujan turun, hangatnya bukan hanya di perut, tetapi juga di suasana rumah. (*)
Editor : Ali Sodiqin