Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

30 Persen Rest Area Tol Prosiwangi Dialokasikan untuk UMKM Lokal, Kuliner Khas Banyuwangi Siap Meramaikan

Ali Sodiqin • Senin, 12 Januari 2026 | 21:30 WIB

Blueprint rest area tol Probowangi, didesain agar istirahat lebih nyaman dengan panorama alam asli.
Blueprint rest area tol Probowangi, didesain agar istirahat lebih nyaman dengan panorama alam asli.

RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 30 persen ruang usaha di rest area jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) nantinya akan dialokasikan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah seiring beroperasinya jalan tol yang menghubungkan wilayah tapal kuda hingga ujung timur Pulau Jawa.

UMKM lokal tersebut akan mengisi berbagai tenant di rest area Tol Prosiwangi setelah seluruh ruas tol rampung dan resmi beroperasi.

Saat ini, pembangunan jalan tol Prosiwangi masih berlangsung dan baru mencapai wilayah Kabupaten Situbondo, tepatnya di Kecamatan Besuki atau Situbondo bagian barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Probolinggo.

Ketika tol Prosiwangi tersambung hingga Banyuwangi, keberadaan rest area di sepanjang jalur tersebut diproyeksikan menjadi etalase produk unggulan daerah.

UMKM lokal akan mendapatkan ruang strategis untuk memasarkan produk mereka kepada pengguna jalan tol, baik wisatawan maupun pelaku perjalanan antarkota.

Kebijakan alokasi 30 persen ruang usaha untuk UMKM ini sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Dalam regulasi tersebut, pengelola rest area jalan tol diwajibkan menyediakan minimal 30 persen dari total ruang usaha bagi pelaku UMKM sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.

Di wilayah Banyuwangi, rest area Tol Prosiwangi direncanakan akan dibangun di kawasan Watudodol, salah satu destinasi wisata unggulan yang berada di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.

Lokasi ini dinilai strategis karena menjadi pintu gerbang utama Banyuwangi sekaligus jalur favorit wisatawan menuju Bali.

Nantinya, saat berhenti di rest area tersebut, pengguna jalan tol tidak hanya dapat beristirahat, tetapi juga menikmati beragam kuliner khas Banyuwangi.

Beberapa di antaranya adalah rujak soto, nasi tempong, hingga aneka jajanan tradisional.

Selain kuliner, wisatawan juga dapat membeli kerajinan tangan serta berbagai oleh-oleh khas Banyuwangi yang diproduksi oleh UMKM setempat.

Menariknya, rest area Tol Prosiwangi di Banyuwangi direncanakan akan memanfaatkan area tebing di atas kawasan wisata Watudodol.

Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan rest area dengan panorama alam yang unik, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jalan tol.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu dimulainya pembangunan rest area tersebut.

Proses perencanaan masih terus berjalan seiring dengan penyelesaian tahapan pembangunan jalan tol Prosiwangi secara keseluruhan.

Keberadaan rest area yang melibatkan UMKM lokal ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga pusat promosi produk daerah.

Dengan begitu, Tol Prosiwangi tidak sekadar berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi lokal dan ikon baru pariwisata Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #Khas Banyuwangi #UMKM Lokal #Kuliner #tol prosiwangi #Res Area