RADARBANYUWANGI.ID - Terminal Pariwisata Terpadu kini tengah dikemas menjadi destinasi kuliner baru pada sore hingga malam hari.
Sejak sore, beberapa food truck datang dan menjajakan makanan serta minuman di lokasi tersebut
Konsep pengembangan terminal telah dirancang bersama Dinas Pariwisata dan Kecamatan Banyuwangi.
Secara bertahap, kawasan terminal akan diubah menjadi sentra wisata kuliner senja dengan konsep food mobile.
Semua pedagang makanan dan minuman yang ada di sana harus menggunakan kendaraan bergerak seperti food truck. Area tersebut tetap lengang setelah para pedagang menutup jualanya.
"Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM yang dikurasi ketat. Awalnya ada 34 UMKM yang mendaftar. Setelah dua minggu proses kurasi, kini tersisa 7 UMKM yang siap beroperasi,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie.
Pemkab berharap model ini dapat menjadi wadah baru bagi PKL untuk naik kelas.
Selain 7 UMKM itu, para PKL yang sebelumnya berjualan di area terminal diharapkan dapat bertransformasi menjadi pedagang mobile dengan armada yang lebih tertata.
"Jadi PKL yang sebelumnya jualan di dekat terminal juga kita minta menyesuaikan, menggunakan mobile food seperti truk atau kendaraan roda tiga, selama dikemas menarik dan sesuai konsep destinasi kuliner,’’ imbuhnya.
Nanin menambahkan, destinasi ini diproyeksikan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Lokasi tersebut akan difokuskan untuk area sentra kuliner dengan jam operasi pukul 16.00 sampai 22.00.
"Ini akan jadi wisata kuliner baru di Banyuwangi. Istilahnya, kuliner senja,” imbuhnya
Terkait potensi pendapatan daerah (PAD), pihaknya akan melakukan perhitungan bersama Bapenda dan BPKAD, mengingat terminal merupakan aset yang berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan. "Itu akan menjadi fokus kita nantinya," pungkasnya.
Kawasan Terminal Pariwisata Terpadu bukan hanya jadi pusat kuliner. Tempat tersebut sebelumnya kerap dijadikan lokasi pertunjukan budaya dan musik. Yang terbaru adalah
Festival musik perkusi, yaitu Banyuwangi Percussion Festival (BPF). Ratusan orang memadati lokasi pertunjukan musik berkelas ini.
Terminal Pariwisata Terpadu terletak di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Sobo. Kawasan tersebut ibangun dari bekas Pasar Sobo.
Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat aktivitas pariwisata yang menyediakan Tourist Information Centre (TIC), kafe, area ibadah, dan terminal transportasi untuk menuju destinasi wisata di Banyuwangi.
Terminal Pariwisata Terpadu mengusung konsep one stop service pariwisata. Bukan sekadar pusat oleh-oleh, tetapi semua sarana pariwisata ada di sana. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin