RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 53 koki (chef) dari 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti Uji Kompetensi Chef Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hall Hotel Santika Banyuwangi, Minggu (2/11).
Selain uji kompetensi, dilaksanakan pula penyerahan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasa Boga (LHSJ) kepada 13 SPPG di Bumi Blambangan.
Uji kompetensi kali ini diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Pesona Indonesia bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tujuannya memastikan seluruh tenaga pengolah makanan dalam program MBG memiliki standar keahlian dan kompetensi profesional di bidang tata boga dan gizi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat.
Tidak hanya hadir, Bramuda dan Amir juga menyerahkan langsung Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasa Boga (LHSJ) kepada 13 SPPG di Banyuwangi.
Ketua panitia penyelenggara Bayu Perkasa mengatakan, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta, bahkan dari luar daerah.
“Total ada 53 chef dari 31 SPPG, baik dari Banyuwangi maupun luar daerah. Pesertanya cukup beragam, bahkan ada yang datang dari Bangka Belitung dan Madura,” ujarnya.
Dalam proses uji kompetensi, setiap peserta diwajibkan membawa dan mempresentasikan makanan hasil olahan dari dapur SPPG masing-masing.
Kelayakan menu, kebersihan, serta kandungan gizinya menjadi aspek penting dalam penilaian.
“Dengan adanya sertifikasi ini, para chef dapur MBG diharapkan mampu memberikan pelayanan pemenuhan gizi yang lebih baik, terutama bagi anak didik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita (B3),” tambah Bayu.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sertifikasi ini juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk menjamin bahwa penyajian makanan di dapur MBG sesuai dengan aturan baku Badan Gizi Nasional (BGN) dan petunjuk teknis sertifikasi nasional.
Kepala Dinkes Amir Hidayat menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut, uji kompetensi ini merupakan langkah penting dalam memastikan tenaga pengelola makanan memiliki standar kompetensi yang terukur dan bersertifikat nasional.
“Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan gizi anak-anak di sekolah. Karena itu, kompetensi para chef yang menyiapkan makanan harus benar-benar terjamin,” tegas Amir.
Menurutnya, kerja sama antara LSP Pariwisata Pesona Indonesia dan BNSP menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas, keamanan, dan higienitas makanan yang disajikan di dapur MBG.
“Dengan sertifikat Chef Dapur MBG, para pengelola makanan akan bekerja berdasar standar baku gizi nasional. Ini juga menjadi bentuk profesionalisasi peran mereka agar pelayanan semakin optimal,” imbuhnya.
Amir berharap ke depan seluruh dapur MBG di Banyuwangi dikelola oleh tenaga yang telah tersertifikasi.
“Kami ingin kualitas gizi yang diberikan kepada anak didik dan masyarakat penerima manfaat semakin baik dan konsisten di semua wilayah,” tuturnya.
Sementara itu, Bramuda menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung peningkatan mutu layanan gizi melalui program ini.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong agar seluruh chef MBG di SPPG Banyuwangi memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan. Dengan begitu kualitas makanan yang diterima generasi penerus kita benar-benar terjamin,” tandasnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin