Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lezatnya Kue Rangi, Perpaduan Kelapa Parut dan Gula Merah Khas Jakarta Tempo Dulu

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Kue Rangi
Kue Rangi

RADARBANYUWANGI.ID - Jalan-jalan ke kawasan Betawi tempo dulu, pasti pernah melihat pedagang kue kecil yang dipanggang di atas cetakan tanah liat.

Nah, itu dia Kue Rangi, jajanan tradisional yang terbuat dari kelapa parut dan tepung sagu. Rasanya gurih, manis, dan punya aroma khas yang bikin kangen masa kecil.

Sayangnya, kue ini sekarang sudah mulai jarang dijumpai di pinggir jalan, padahal cita rasanya unik banget.

Kue Rangi terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan. Bahan utamanya adalah kelapa parut kasar, tepung sagu (atau tepung tapioka), sedikit garam, dan air untuk menyatukan adonan.

Untuk pelengkapnya, disajikan dengan saus gula merah kental yang legit. Meskipun bahannya tidak banyak, perpaduan rasa gurih kelapa dan manis gula merah membuat kue ini punya cita rasa yang khas dan bikin nagih.

Kue ini juga sering disebut “kue rangin” di beberapa daerah, meski bahan dan bentuknya sedikit berbeda.

Proses membuat adonannya juga sangat gampang. Pertama, campurkan kelapa parut, tepung sagu, dan garam dalam satu wadah besar.

Aduk hingga merata, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan terasa padat tapi tidak terlalu lembek. Tekstur yang pas akan membuat kue mudah dibentuk dan tidak mudah hancur saat dipanggang.

Resep klasik ini biasanya diwariskan turun-temurun dan masih dipertahankan oleh beberapa pedagang tua di Jakarta.

Setelah adonan siap, panaskan cetakan kue rangi. Kalau tidak punya cetakan tradisional, kamu bisa pakai cetakan martabak mini atau kue pukis.

Tuang adonan ke dalam cetakan, ratakan perlahan, lalu tutup agar panasnya merata. Masak dengan api kecil hingga bagian bawah kecokelatan dan kering di tepinya.

Dulu, penjual memakai tungku tanah liat dan arang kayu, menghasilkan aroma asap yang menambah cita rasa khas. Sekarang, versi modern bisa dimasak dengan kompor biasa tanpa kehilangan kelezatan aslinya.

Sambil menunggu kuenya matang, buatlah saus gula merahnya. Campurkan gula merah, air, dan sedikit daun pandan agar aromanya lebih wangi.

Masak hingga gula larut, kemudian tambahkan larutan tepung sagu supaya saus mengental dengan cantik. Aduk terus supaya tidak menggumpal.

Saus ini akan memberikan rasa manis legit yang sempurna berpadu dengan gurihnya kue rangi. Rahasianya ada di keseimbangan tekstur, tidak terlalu encer tapi juga tidak terlalu kental.

Begitu semuanya siap, sajikan Kue Rangi di atas piring kecil, lalu siram dengan saus gula merah yang masih hangat.

Sensasi pertama kali menggigitnya sungguh unik, gurih dari kelapa langsung berpadu dengan manis gula merah yang lengket.

Ada juga yang lebih suka menyajikan sausnya terpisah supaya bagian bawah kue tetap kering dan renyah. Kue ini paling nikmat disantap sambil santai sore hari ditemani teh hangat atau kopi hitam.

Beberapa orang sekarang mulai memodifikasi Kue Rangi dengan sentuhan modern. Misalnya, menambahkan keju parut di atasnya, mengganti gula merah dengan saus karamel, atau membuat versi warna-warni agar lebih menarik untuk anak-anak.

Tapi tetap saja, versi tradisionalnya punya pesona tersendiri, meskipun sederhana, tapi membawa rasa hangat dan nostalgia yang tak tergantikan.

Lebih dari sekadar camilan, Kue Rangi adalah bagian dari identitas kuliner Betawi yang mencerminkan kesederhanaan dan keakraban masyarakatnya. Setiap gigitan seolah membawa kita kembali ke masa kecil, duduk di teras rumah, menikmati aroma kelapa panggang.

Jadi, kalau kamu ingin mengenal rasa Indonesia yang sesungguhnya, cobain deh bikin Kue Rangi di rumah. Selain enak, kamu juga ikut menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap hidup.


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#khas betawi #kue rangi #jakarta #Kuliner