Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rahasia Kuliner Desa Adat Sade Lombok: Ayam Taliwang, Sate Bulayak, hingga Jajanan Tradisional Sasak

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 5 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Desa Sade
Desa Sade

RADARBANYUWANGI.ID - Kalau kamu pernah dengar nama Desa Adat Sade di Lombok, pasti yang terlintas pertama kali adalah rumah-rumah tradisional berdinding anyaman bambu, beratap alang-alang, serta budaya suku Sasak yang masih terjaga.

Desa ini memang terkenal sebagai destinasi wisata budaya, tapi siapa sangka kalau kunjungan ke sini juga bisa jadi perjalanan kuliner yang tak kalah menarik.

Begitu masuk ke kawasan Sade, kamu memang tak akan menemukan restoran besar dengan papan nama mencolok.

Tapi jangan salah, warung-warung kecil di sekitar desa dan pedagang lokal punya banyak kejutan rasa.

Makanan khas Lombok yang mereka sajikan terasa autentik, karena memang dimasak dengan cara tradisional dan resep turun-temurun dari leluhur Sasak.

Menu yang paling terkenal tentu saja Ayam Taliwang. Ayam kampung yang dipanggang dengan bumbu pedas khas Lombok ini jadi ikon kuliner Sasak yang mendunia.

Biasanya disajikan bersama plecing kangkung, sayuran segar yang dilumuri sambal tomat pedas.

Mau tau rasanya? Pedasnya nampol, bikin keringat mengucur, tapi tetap nagih. Banyak wisatawan sampai rela makan dua porsi karena susah move on dari rasa gurih pedas yang pas.

Kalau ingin sensasi berbeda, coba deh Sate Bulayak. Daging sapi atau ayam dibakar dengan bumbu kacang khas Sasak, lalu disajikan dengan lontong unik yang disebut bulayak.

Bulayak ini dibungkus daun aren dan dipilin memanjang, jadi rasanya lebih harum dibanding lontong biasa. Cara makannya pun unik, kamu harus memutar bulayak dulu sebelum menikmatinya.

Buat yang suka kuah hangat, Bebalung bisa jadi pilihan. Ini adalah sup tulang sapi atau kerbau dengan kuah rempah yang pekat.

Nama “bebalung” sendiri berarti “tulang” dalam bahasa Sasak, sesuai bahan utamanya. Makan bebalung di Desa Sade terasa spesial karena kuahnya dimasak lama, bikin bumbunya meresap sampai ke tulang. Katanya, ini juga dipercaya bisa bikin badan lebih bertenaga.

Tak hanya itu, makanan berat Desa Sade juga punya jajanan tradisional yang masih dipertahankan.

Ada Poteng Jaje Tumbuk, tape ketan yang jadi hidangan wajib saat perayaan adat, ada juga Cerorot, kue manis dari tepung beras dan gula merah yang dibungkus daun kelapa muda berbentuk corong.

Rasanya manis legit dan aromanya khas banget. Cemilan seperti ini biasanya disajikan saat ada acara pernikahan atau upacara adat.

Satu menu unik lainnya adalah Sayur Ares. Bahan utamanya pelepah pisang muda, yang dimasak dengan santan dan rempah. Teksturnya lembut, rasanya gurih, dan biasanya jadi lauk pendamping nasi.

Tak banyak daerah lain yang punya menu ini, jadi kalau lagi di Sade, sayur ares wajib banget dicoba biar tahu rasa khas Sasak yang otentik.

Tentu saja, semua makanan itu tak akan lengkap tanpa sambal. Orang Sasak memang terkenal doyan pedas.

Ada Sambal Beberuk Terung, sambal tomat segar dengan terung yang diulek kasar, lalu ada juga variasi sambal terasi dengan rasa yang kuat.

Buat yang tak biasa makan pedas, mungkin perlu siap-siap minum lebih banyak. Tapi percayalah, sambalnya bikin makan apa aja terasa lebih nikmat!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#lombok #desa sade #kuliner lombok