RADARBANYUWANGI.ID - Tempe sering dianggap lauk sederhana, bahkan sempat dipandang sebelah mata, sekarang justru tempe lagi naik daun dan dilirik dunia sebagai makanan superfood.
Di Inggris, penjualan tempe melonjak drastis, ada produsen yang catat kenaikan sampai ratusan persen. Dari yang tadinya identik dengan “makanan murah”, kini tempe sudah masuk ke menu restoran modern dan rak supermarket internasional.
Alasan kenapa tempe bisa jadi superfood ternyata cukup masuk akal. Pertama, tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi, jadi lebih mudah dicerna tubuh.
Kedua, kandungan proteinnya tinggi banget, bisa jadi alternatif sehat buat yang lagi kurangi daging. Tempe juga kaya serat, vitamin B kompleks, dan mineral penting seperti zat besi dan kalsium.
Proses fermentasi tempe juga membawa manfaat ekstra. Fermentasi ini bikin beberapa zat antinutrisi di kedelai jadi hilang, sehingga mineral lebih gampang diserap tubuh.
Selain itu, ada senyawa isoflavon yang bisa membantu keseimbangan hormon, baik buat kesehatan jantung, sampai dipercaya bantu wanita yang sedang melewati masa menopause.
Banyak penelitian juga mendukung reputasi tempe ini. Konsumsi tempe disebut-sebut bisa bantu menurunkan kadar gula darah, memperbaiki kolesterol, hingga punya efek baik buat kesehatan otak.
Bahkan ada studi yang menyebut tempe bisa meningkatkan memori pada orang lanjut usia. Tempe juga baik buat pencernaan karena sifatnya mirip prebiotik yang mendukung mikrobiota usus.
Tapi perjalanan tempe menuju panggung dunia nggak selalu mulus. Di Indonesia sendiri, bahan baku kedelai masih banyak impor, jadi sering terpengaruh harga dunia. Selain itu, persepsi masyarakat juga sempat jadi tantangan.
Presiden Sukarno dulu pernah menyebut “bangsa bukan bangsa tempe” karena konotasinya lemah. Untungnya, sekarang citra tempe udah berubah drastis menjadi lebih keren, sehat, dan bahkan jadi kebanggaan lokal.
Di luar negeri, tempe nggak cuma digoreng atau dibacem. Banyak restoran kreatif menyajikan tempe dalam bentuk burger, taco, sandwich, sampai tempe bacon yang dipotong tipis dan digoreng renyah. Kreativitas ini bikin tempe makin diterima konsumen global, terutama generasi muda yang peduli kesehatan dan lingkungan.
Gerakan seperti Indonesian Tempe Movement juga gencar mempromosikan tempe sebagai makanan sehat yang ramah lingkungan.
Dengan diversifikasi bahan, tempe juga nggak lagi terbatas dari kedelai, tapi mulai dicoba dari kacang hijau atau kacang hitam. Artinya, tempe punya peluang besar buat berkembang lebih luas lagi.
Tempe bukan cuma makanan tradisional Indonesia, tapi sekarang sudah naik kelas jadi superfood dunia. Dari kandungan gizinya yang super lengkap, manfaat kesehatannya yang banyak, sampai peluang inovasi yang terbuka lebar, tempe benar-benar punya masa depan cerah.
Jadi, jangan remehkan tempe di meja makanmu yang bisa jadi, inilah makanan masa depan yang bakal diburu dunia.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin