Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dimsum sebagai Bagian dari Tradisi Kuliner Tiongkok dan Perkembangannya

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 28 September 2025 | 15:00 WIB
Dimsum
Dimsum

RADARBANYUWANGI.ID - Banyak orang kenal dimsum sebagai makanan ringan dari Tiongkok, tapi nggak semua tahu kalau “dimsum” sebenarnya artinya “menyentuh hati”.

Filosofi ini kelihatan dari porsinya yang kecil, cukup untuk bikin hati senang tanpa harus kekenyangan. Seru kan? makan sambil ngobrol santai?

Sejarah dimsum itu panjang banget. Konon, tradisi ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok selatan, terutama daerah Guangdong.

Dulu, para pedagang yang capek di perjalanan suka mampir ke kedai teh buat istirahat. Lama-lama, teh itu ditemani dengan makanan kecil-kecil, dan jadilah awal mula dimsum.

Dim sum itu sebenarnya bukan nama makanan tertentu, tapi istilah untuk sekumpulan hidangan kecil. Ada yang dikukus, digoreng, sampai dipanggang.

Bentuknya juga bermacam-macam, ada yang pakai kulit tipis seperti pangsit, ada juga yang berupa roti kukus empuk. Porsinya kecil biar bisa coba banyak jenis sekaligus.

Gak bisa lepas juga dari budaya yum cha. Ini semacam kebiasaan minum teh sambil makan dimsum bareng keluarga atau kerabat. Bukan cuma soal makanannya, tapi juga momen waktu kumpulnya.

Di restoran tradisional, biasanya pelayan akan keliling bawa troli untuk di isi berbagai macam dimsum, tinggal tunjuk aja mana yang mau dicoba.

Kalau ngomongin soal menu, pastinya ada banyak macam. Seperti siu mai alias siomay dengan isi daging ayam atau udang, hakau yang kulitnya bening dan isi udang, xiao long bao yang ada kuah di dalamnya, sampai bakpao isi daging manis.

Ada juga yang unik seperti ceker ayam berbumbu khas. Setiap jenis punya ciri khas rasa dan teksturnya sendiri. 

Seiring waktu, dimsum gak cuma populer di Tiongkok atau Hong Kong aja. Makanan ini udah mendunia dan beradaptasi dengan bahan lokal di banyak negara.

Di Indonesia, isiannya sering diganti dengan ayam atau ikan agar lebih sesuai dengan selera dan halal. Bahkan ada yang pakai keju atau saus pedas biar lebih kekinian. 

Di Indonesia, orang juga akrab dengan siomay yang jadi camilan khas, walau sudah diadaptasi jauh dari versi aslinya.

Biasanya isinya ada ikan tenggiri, tahu, kentang, plus disajikan dengan bumbu kacang. Walaupun beda, sebenarnya siomay ini akarnya tetap dari tradisi dimsum Tiongkok. 

Pada akhirnya, dimsum itu lebih dari sekadar makanan. Ia simbol kebersamaan, momen ngobrol santai sambil nyobain macam-macam menu kecil.

Mungkin itu juga yang bikin dimsum gampang diterima di mana-mana. Siapa sih yang gak suka makan rame-rame sambil cicip sana-sini?

Dari sejarah panjang di Tiongkok sampai adaptasinya di Indonesia, dimsum sudah terbukti jadi kuliner favorit semua orang.

Variasinya banyak, rasanya beragam, dan caranya dinikmati juga bikin seru. Bisa dibilang, dimsum itu makanan yang sederhana tapi penuh cerita!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#dimsum #siomay #tiongkok #dim sum