Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pecel Pitik, Kuliner Suku Osing yang Wajib Kamu Coba

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 20 September 2025 | 19:30 WIB
Pecel Pitik Khas Osing Banyuwangi
Pecel Pitik Khas Osing Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID - Mampir ke Banyuwangi, rasanya belum lengkap kalau belum kenal sama yang namanya Pecel Pitik.

Jangan keburu mikir ini seperti pecel sayur dengan sambal kacang, karena emang beda banget.

Pecel Pitik ini makanan khas Suku Osing yang unik dan penuh filosofi. Bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita di baliknya.

Pecel Pitik bahan utamanya adalah ayam kampung muda. Ayamnya biasanya dibakar dulu sampai harum, terus disuwir-suwir agar gampang dicampur bumbu.

Nah, yang bikin beda, ayam ini dilumuri parutan kelapa muda yang udah dicampur sama bumbu rempah, ada kemiri, cabe rawit, terasi, daun jeruk, dan lain-lain. Hasilnya? Perpaduan rasa gurih, pedas, dan wangi rempah yang bikin nagih.

Uniknya, Pecel Pitik biasanya hadir di acara-acara adat, seperti selamatan desa, Barong Ider Bumi, sampai Tumpeng Sewu. Jadi, makanan ini bukan sekadar lauk pauk, tapi juga simbol doa dan rasa syukur masyarakat Osing. Bisa dibilang, Pecel Pitik itu makanan sakral.

Selain rasa, Pecel Pitik juga punya filosofi dalam. Kata “pecel” dimaknai sebagai sesuatu yang diucel-ucel (diaduk) tiap hari, sedangkan “pitik” berarti ayam.

Filosofinya sederhana: hidup itu sebaiknya diisi hal-hal baik setiap hari, sama seperti Pecel Pitik yang selalu hadir membawa kebersamaan.

Ada aturan khusus waktu membuat Pecel Pitik untuk upacara adat. Katanya, yang masak harus dalam keadaan suci, gak boleh asal ngomong, bahkan gak boleh nyicip dulu sebelum makanan disajikan. Jadi proses masaknya pun dianggap bagian dari ritual.

Sekarang sih, Pecel Pitik udah gak cuma muncul di acara adat aja. Beberapa warung dan restoran di Banyuwangi juga ada yang jual menu ini.

Bahkan sering juga disajikan di festival budaya agar wisatawan bisa ikut mencicipi. Jadi makin banyak orang luar yang bisa kenal sama kuliner khas ini.

Soal rasa tuh jangan ditanya deh. Ayam bakarnya yang empuk bertemu dengan kelapa muda parut yang gurih, plus rempah-rempah yang wangi, bikin lidah susah berhenti ngunyah.

Banyak wisatawan bilang kalau Pecel Pitik ini punya cita rasa yang gak bisa ditemuin di daerah lain.

Tapi, ada juga tantangan untuk tetap melestarikan Pecel Pitik. Misalnya, menjaga resep asli agar gak terlalu banyak dimodifikasi. Karena kalau kebanyakan diubah, nanti filosofi dan keaslian kuliner ini bisa hilang.

Jadi sangat penting untuk generasi muda Banyuwangi buat terus melestarikan hidangan kebanggaan ini.

Pecel Pitik itu lebih dari sekadar makanan. Ia adalah warisan budaya, simbol kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat Osing.

Kalau kamu suatu hari main ke Banyuwangi, jangan cuma mampir ke pantainya yang indah, tapi sempatkan juga buat cobain Pecel Pitik.

Dijamin, selain kenyang, kamu juga bakal pulang dengan pengalaman rasa yang penuh cerita! 


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#osing #Kuliner Banyuwangi #Pecel Pitik #banyuwangi