RADARBANYUWANGI.ID - Crepes pertama kali muncul di Brittany, Prancis barat laut sekitar abad ke-13. Konon, awalnya cuma kebetulan, ada adonan yang tumpah di atas batu panas lalu jadi lembaran tipis yang enak dimakan.
Nama “crepe” sendiri berasal dari bahasa Latin crispa yang artinya keriting atau berlipat, cocok banget dengan bentuknya yang tipis melipat.
Di Prancis ada tradisi unik setiap tanggal 2 Februari yang disebut La Chandeleur atau Hari Crepes. Pada hari itu, orang-orang berkumpul bersama keluarga, bikin crepes, lalu menikmatinya bareng. Bentuk bulat dan warna keemasan crepes dianggap sebagai simbol matahari dan doa akan datangnya musim semi.
Awalnya crepes dibuat dari tepung soba karena tanaman itu gampang tumbuh di tanah Brittany yang lembap. Tapi sejak abad ke-19, tepung gandum mulai lebih sering dipakai karena menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Dari sinilah lahir banyak varian crepes manis dengan gula, selai, cokelat, atau buah.
Kalau main ke Brittany, ada dua istilah yang sering dipakai. Crepes biasanya tipis dan bisa manis atau gurih. Sedangkan galette lebih tebal, pakai tepung soba, dan isinya cenderung gurih seperti telur, ham, atau keju. Jadi jangan heran kalau di sana keduanya dibedakan.
Dulu orang bikin crepes pakai lempeng batu atau panci datar khusus yang disebut galetière. Seiring waktu, alat masak berkembang jadi billig, semacam wajan datar besar dari besi cor yang masih dipakai di Brittany sampai sekarang. Alat ini bikin crepes bisa matang tipis dan merata.
Seiring berjalannya waktu, crepes menyebar ke seluruh dunia. Di Jepang, crepes jadi jajanan populer di Harajuku dengan topping es krim, whipped cream, dan buah segar.
Di Meksiko ada crepas dengan saus karamel susu kambing, sedangkan di Amerika Latin dikenal panqueques yang biasanya diberi dulce de leche.
Banyak negara punya versi mirip crepes. Di Tiongkok ada jianbing yang gurih dengan telur dan saus khas. Hungaria punya Hortobágyi palacsinta, crepes isi daging dengan saus asam. Sementara di Eropa Tengah dikenal palatschinke, yang konon sudah ada sejak zaman Romawi kuno.
Bikin crepes di rumah sebenarnya gampang. Adonan dasarnya cuma tepung, telur, susu, dan sedikit garam.
Kalau mau manis bisa ditambah gula atau vanilla. Di Indonesia, ada juga versi jajanan jadul yang tipis renyah, biasanya ditambah susu kental manis dengan topping cokelat, keju, atau buah sesuai selera.
Crepes bukan hanya makanan tipis yang enak dimakan, tapi juga punya cerita panjang dari tradisi hingga penyebarannya ke berbagai belahan dunia.
Dari yang awalnya sederhana di Prancis sampai sekarang hadir dalam beragam versi manis maupun gurih, crepes selalu berhasil jadi favorit banyak orang. Tak heran kalau makanan satu ini dianggap abadi, karena bisa dinikmati siapa saja dengan rasa dan gaya yang berbeda-beda.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin