Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cendol atau Dawet? Kenali Perbedaannya Biar Nggak Salah Sebut!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 3 September 2025 | 21:15 WIB
Es Cendol Dawet.
Es Cendol Dawet.

RADARBANYUWANGI.ID - Kalau lagi panas-panasnya, segelas es dawet atau es cendol pasti terasa segar banget.

Tapi, pernah nggak kamu bingung bedain keduanya? Soalnya, sekilas memang mirip: sama-sama ada butiran hijau, kuah santan, gula merah, plus es batu.

Nggak heran kalau banyak orang sering salah kaprah menyebutnya. Padahal, es dawet dan es cendol punya perbedaan cukup jelas, mulai dari bahan, tekstur, asal-usul, hingga cara penyajian.

Es cendol biasanya dibuat dari campuran tepung beras dan tepung hunkwe (tepung kacang hijau), sehingga menghasilkan tekstur kenyal menyerupai jeli.

Sementara itu, es dawet umumnya dibuat dari tepung beras atau tepung beras ketan tanpa campuran hunkwe, sehingga teksturnya terasa lebih lembut dan halus.

Karena bahan dasarnya berbeda, bentuknya pun ikut membedakan. Cendol biasanya berbentuk pendek dan agak tebal dengan rasa kenyal, sementara dawet berbentuk lebih ramping seperti benang kecil dengan tekstur lembut. Jadi, meskipun keduanya sama-sama hijau, cara mulut merasakan keduanya jelas berbeda.

Es cendol berasal dari Jawa Barat, khususnya daerah Sunda. Sementara es dawet dikenal sebagai minuman khas Jawa Tengah, terutama Banjarnegara, dan juga populer di Ponorogo, Jawa Timur. Jadi, bisa dibilang es cendol adalah minuman khas orang Sunda, sementara es dawet lebih identik dengan Jawa Tengah.

Cendol dibuat dengan cetakan khusus seperti gelas berlubang yang ditekan sehingga menghasilkan potongan pendek dan tebal.

Sedangkan dawet dibuat dengan cara menekan adonan melalui saringan atau ayakan sambil digoyang, sehingga bentuknya jadi lebih tipis dan memanjang. Perbedaan teknik ini yang membuat bentuk dan teksturnya berbeda.

Es cendol biasanya disajikan dengan tambahan potongan nangka, alpukat, atau bahkan durian untuk menambah rasa.

Sementara es dawet sering kali dilengkapi dengan tape ketan atau variasi warna seperti ungu dan merah muda, tergantung daerah asalnya. Jadi, dari topping pun sudah bisa terlihat perbedaan selera masing-masing daerah.

Dari sisi sejarah, es dawet ternyata lebih tua. Catatan tentang dawet sudah ada sejak abad ke-10 dalam Prasasti Taji di Ponorogo. Sementara cendol mulai dikenal belakangan di wilayah Sunda. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun mirip, keduanya punya jejak budaya yang berbeda.

Kedua minuman ini sama-sama populer di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, di beberapa tempat orang lebih akrab menyebutnya “es cendol” meski sebenarnya yang dijual adalah es dawet, dan sebaliknya.

Popularitasnya semakin meningkat ketika banyak varian modern bermunculan, misalnya es dawet kekinian dengan topping boba atau es cendol dengan es krim.

Jadi, meskipun es dawet dan es cendol sering dianggap sama, ternyata keduanya punya perbedaan yang cukup jelas.

Mulai dari bahan, tekstur, asal, cara pembuatan, hingga penyajian, masing-masing punya ciri khas yang unik. Yang pasti, keduanya tetap jadi kebanggaan kuliner Nusantara dan selalu cocok dinikmati kapan saja untuk menyegarkan hari.


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News 

Editor : Ali Sodiqin
#dawet #cendol dawet #Cendol