Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warmindo: Asal-Usul, Menu Andalan, Modal Usaha, dan Potensi Untung Besar

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:25 WIB

Warmindo
Warmindo

RADARBANYUWANGI.ID - Warmindo itu singkatan dari Warung Makan Indomie. Isinya? Ya jelas mie instan, khususnya Indomie, yang dikreasikan dengan macam-macam topping, mulai dari telur, sosis, kornet, keju, sampai gorengan.

Kadang juga ada menu tambahan seperti nasi, minuman sachet, atau kopi. Biasanya Warmindo ada di tempat-tempat strategis, seperti deket kampus, perkantoran, sampai area kos-kosan.

Pokoknya tempat ini pas banget buat nongkrong sambil ngisi perut tanpa bikin kantong jebol.

Warmindo itu awalnya nggak langsung ada sebagai “warung mie instan hits” seperti sekarang. Asal-usulnya dari warung burjo alias warung bubur kacang hijau yang sudah ada di Yogyakarta sejak tahun 1980-an.

Dulu menu andalannya bubur kacang hijau, pisang rebus, dan beberapa camilan sederhana.

Seiring waktu, para pemilik warung mulai sadar kalau anak-anak kos, mahasiswa, dan warga sekitar ternyata doyan banget sama mie instan, terutama Indomie.

Akhirnya mereka nambahin menu Indomie di daftar jualannya. Akhirnya, konsep Warmindo menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia.

Konsep dan menu di Warmindo itu nggak main-main serunya. Pilihan menunya variatif, mulai dari Indomie goreng atau kuah yang bisa dikasih topping telur, sayuran, atau sosis sesuai selera.

Ada juga menu yang punya cita rasa khas seperti Omelette Indomie, Magelangan, campuran nasi goreng, Indomie, dan telur, sampai Mi Dok-Dok dengan kuah kental yang bikin nagih.

Konsep warungnya juga makin kreatif. Ada yang model self-service, jadi kamu ambil sendiri mie dan toppingnya.

Ada juga yang khusus buat takeaway, biar gampang dibawa pulang. Bahkan sekarang banyak Warmindo yang didesain modern, nyaman, lengkap dengan Wi-Fi, dan suasananya instagramable banget.

Jadi selain buat makan, cocok juga buat nongkrong atau nugas sambil ditemenin mie favorit.

Modal buat buka Warmindo itu sebenarnya nggak bikin pusing, tergantung konsep yang mau dipakai. Kalau mau yang simpel-simpel aja, cukup siapkan sekitar Rp 4–7 juta.

Tapi kalau mau sekalian lengkap dengan peralatan, bahan baku, dan fasilitas buat operasional enam bulan, modalnya bisa sampai Rp 17 juta.

Soal keuntungan, lumayan banget. Dalam kondisi moderat, misalnya jual 300 porsi Indomie plus beberapa menu tambahan, omzetnya bisa tembus sekitar Rp 3,9 juta per bulan. Kalau konsisten, enam bulan bisa kumpul untung kurang lebih Rp 5,8 juta.

Bahkan ada hitungan lain, kalau jual 50 porsi sehari dengan harga Rp 8.000, omzet harian bisa Rp 400 ribu, alias sekitar Rp 12 juta per bulan. Lumayan kan buat usaha yang modalnya nggak segede bisnis besar?

Warmindo itu bisa jadi peluang usaha yang oke banget. Modalnya nggak kaleng-kaleng, untungnya bisa lumayan gede, dan yang paling penting—peminatnya ada di mana-mana.

Biar sukses, kuncinya simpel, pilih lokasi yang pas (deket kampus, kantor, atau tempat rame), bikin menu yang kreatif, kasih harga yang bersahabat, dan ciptain suasana makan yang nyaman plus punya ciri khas sendiri. Kalau semua itu kena, Warmindo kamu bisa jadi langganan banyak orang!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#mie instan #indomie #Warmindo