RADARBANYUWANGI.ID - Kenyal, manis, dan lucu banget, itulah mochi, camilan khas Jepang yang sekarang sudah mendunia.
Dulu sih cuma muncul di acara-acara tradisi, tapi sekarang mochi hadir dengan banyak rasa dan gaya yang bikin penasaran. Teksturnya yang unik plus tampilannya yang gemes bikin siapa pun susah nolak buat nyicip.
Mochi adalah camilan tradisional Jepang yang terbuat dari beras ketan (mochigome). Proses pembuatannya yang unik, yaitu beras ketan dikukus sampai matang, lalu ditumbuk dengan cara tradisional yang disebut mochitsuki sampai berubah jadi adonan yang super elastis dan kenyal.
Teksturnya ikonik, lembut di luar, agak lengket, tapi tetap empuk saat digigit, pokoknya bikin siapa pun pengen nyemil lagi dan lagi.
Menariknya, tradisi membuat mochi ini diyakini berasal dari teknik menumbuk beras di Tiongkok sekitar tahun 300 SM. Lama-lama, teknik ini dibawa dan berkembang di Jepang, terutama sejak zaman Kofun.
Awalnya mochi lebih sering muncul dalam acara keagamaan dan perayaan tertentu, tapi seiring berjalannya waktu, mochi jadi makin populer dan dinikmati banyak orang mulai abad ke-6 hingga sekarang.
Sejak zaman Heian (794–1185), mochi sudah jadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jepang.
Terutama dalam upacara Shinto, mochi dipakai sebagai persembahan dan dipercaya membawa umur panjang, kemakmuran, serta kebahagiaan.
Karena makna simbolisnya yang kuat, mochi juga sering hadir di momen-momen spesial seperti pernikahan dan kelahiran.
Pada saat memasuki zaman Muromachi, lahirlah tradisi kagami mochi, yaitu dua tumpuk mochi berbentuk bulat dengan jeruk pahit di atasnya, yang digunakan sebagai dekorasi Tahun Baru.
Bentuknya yang sederhana tapi syarat makna ini masih dipertahankan hingga sekarang sebagai simbol keberuntungan di awal tahun.
Variasi mochi itu banyak banget dan masing-masing punya daya tariknya sendiri:
1. Daifuku: mochi isi yang paling populer, biasanya berisi pasta kacang merah (anko), buah segar, atau kreasi modern seperti cokelat dan krim.
2. Sakura mochi: kusa mochi, dan dango, punya versi khas dari berbagai daerah di Jepang, punya warna dan bahan berbeda, dari yang berwarna pink lembut sampai hijau alami.
3. Warabi mochi: beda dari mochi biasa, teksturnya mirip jeli, dibuat dari tepung pakis, dan biasanya ditaburi bubuk kedelai panggang (kinako).
4. Butter mochi: favorit di Hawaii, dibuat dari tepung ketan, susu kental manis, dan santan, lalu dipanggang sampai harum.
5. Mochi donuts: versi kekinian yang bentuknya seperti donat tapi tetap punya tekstur kenyal khas mochi, sering diberi topping cantik dan warna-warni.
Nggak cuma soal manisnya rasa dan kenyalnya tekstur, tapi juga punya cerita panjang di baliknya, dari tradisi kuno, makna budaya, sampai inovasi modern yang bikin camilan ini makin hits.
Mulai dari yang klasik seperti daifuku sampai yang kekinian seperti mochi donuts dan mochi ice cream, semuanya punya pesonanya sendiri. Nggak heran kalau mochi bisa terus berkembang dan malah makin digemari di banyak negara.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin