RADARBANYUWANGI.ID – Mungkin namanya belum setenar empal gentong atau tahu gejrot, tapi docang punya sejarah panjang dan cita rasa unik yang bikin penasaran. Yuk, kenalan sama kuliner kesukaan para wali ini!
Konon, seorang pangeran yang tak suka dakwah Wali Songo mencoba meracuni mereka lewat makanan bernama docang.
Tapi bukannya keracunan, para wali justru menyukai rasanya! Sejak saat itu, docang terus bertahan dan jadi bagian dari sejarah kuliner Cirebon.
Docang adalah sajian khas Cirebon yang terdiri dari beberapa makanan yang tersaji lengkap, berisi lontong, daun singkong, kucai, tauge, parutan kelapa, disiram kuah oncom (bodo), lalu diremek kerupuk putih.
Namanya sendiri berasal dari "do" (bodo/oncom bacem) dan "cang" (kacang yang jadi tauge).
Kombinasi antara kuah oncom hangat, segarnya tauge, dan gurihnya kelapa parut bikin sarapan docang terasa ringan tapi memuaskan.
Apalagi disajikan dengan kerupuk putih khas yang crunchy banget bukan kerupuk biasa, lho!
Saat perayaan Mauludan di Keraton Kasepuhan & Kanoman, docang jadi kuliner wajib! Ratusan penjual musiman hadir menyajikan menu ini ke masyarakat. Tapi tenang, kamu gak harus nunggu Mauludan untuk mencicipinya.
Kamu bisa cari docang di Jalan Tentara Pelajar atau sekitar Stasiun Cirebon kalau datang naik kereta.
Pagi hari adalah waktu terbaik menikmati docang hangat sambil menyerap suasana Cirebon yang khas. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin