RADARBANYUWANGI.ID - Kalau berkunjung ke Banyuwangi, salah satu menu yang wajib dicicipi tentu saja Sambel Tempong.
Kata “tempong” sendiri berasal dari bahasa Osing yang artinya “tampar”. Ya, pedasnya sambal ini konon saking ‘nyelekit’ bikin pipi serasa ditempeleng!
Sambel Tempong khas Banyuwangi terkenal segar, pedas, dan aromanya kuat karena memakai bahan mentah segar yang diulek bersama sedikit terasi.
Biasanya sambel ini disajikan dengan nasi panas, lalapan rebus seperti daun pepaya, kenikir, kacang panjang, plus lauk sederhana seperti ikan asin, tahu, atau tempe. Murah meriah tapi rasanya nendang banget!
Kalau kamu kangen rasa autentiknya, coba bikin sendiri di rumah. Bahannya mudah, cara membuatnya simpel, tapi dijamin nagih!
Bahan-Bahan:
- 10–15 cabai rawit merah (sesuai selera pedas)
- 5 cabai merah keriting
- 1 buah tomat (wajib tomat ranti/tomat keriting)
- 2 siung bawang putih
- 1 siung bawang merah
- ½ sdt terasi bakar (opsional, bisa dilebihkan jika suka)
- ½ sdt garam
- ½ sdt gula merah sisir
- 1–2 sdm air jeruk limau atau jeruk sambal
Cara Membuat:
1. Cuci bersih semua bahan. Potong tomat agar mudah diulek.
2. Haluskan cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, garam, gula merah, dan terasi bakar di cobek atau ulekan tradisional.
3. Masukkan potongan tomat, ulek kasar sambil sedikit ditekan agar air tomat keluar dan sambel jadi lebih segar.
4. Koreksi rasa, tambahkan air jeruk limau untuk sensasi asam segar. Aduk rata.
5. Pindahkan ke mangkuk kecil, sajikan bersama nasi hangat, lalapan rebus, dan lauk sederhana.
Catatan:
Gunakan cabai rawit hijau kalau mau sensasi pedas yang berbeda. Terasi bakar membuat sambal makin gurih dan harum, tapi kalau tidak suka, boleh skip. Agar makin otentik, sajikan sambel tempong di atas daun pisang.
Sambel Tempong Banyuwangi memang sederhana, tapi rasanya luar biasa!
Sambel ini jadi bukti kalau masakan rumahan khas daerah punya cita rasa yang bikin rindu pulang kampung. Yuk, cobain bikin sendiri dan rasakan sensasi ‘tamparan’ pedasnya!
Editor : Agung Sedana