RADARBANYUWANGI.ID – Bulan Suro, yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, merupakan bulan sakral dalam tradisi masyarakat Jawa.
Selain diisi dengan berbagai ritual tradisi dan tirakat, momen ini juga dirayakan dengan menyajikan berbagai makanan khas yang penuh dengan makna simbolik dan jarang diketahui oleh orang awam.
Makanan-makanan ini bukan hanya sekadar santapan, tetapi juga menjadi bagian dari ungkapan doa, rasa syukur, dan harapan untuk tahun baru yang lebih baik. Inilah daftar makanan yang wajib hadir saat Bulan Suro.
1. Bubur Suro
Bubur ini menjadi menu utama yang hampir selalu ada dalam peringatan 1 Suro atau sepanjang Bulan Suro. Dibuat dari beras dimasak dengan santan, serai, jahe, dan sedikit garam, bubur suro memiliki cita rasa gurih dan lembut.
Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan tujuh lauk atau topping yang lengkap diatas nasinya seperti opor ayam, kacang tanah goreng, sambal goreng labu siam, dan telur dadar iris.
Angka tujuh dalam jumlah sajian ini melambangkan tujuh doa kebaikan dan perlindungan selama tahun baru.
2. Nasi Tumpeng
Tumpeng berbentuk kerucut dilambangkan sebagai hubungan manusia dengan Tuhan yang harus terus meningkat.
Dalam perayaan Bulan Suro, tumpeng seringkali dibawa dalam prosesi adat seperti Gerebeg Tumpeng Agung atau syukuran di desa.
Selanjutnya, hidangan ini dimakan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
3. Bubur Merah Putih
Bubur yang terdiri dari dua warna ini melambangkan keseimbangan antara nafsu dan kesucian.
Warna merah berasal dari gula jawa yang mewakili karakter keberanian dan pengorbanan, sedangkan putih dari santan kelapa dan beras melambangkan kemurnian serta kesucian hati.
4. Kue Apem
Kue ini berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula merah, terkadang ditambah dengan irisan kecil nangka, pastinya memiliki rasa manis yang lembut.
Apem berasal dari Bahasa Arab yang berbunyi afwan (ampunan), menjadi simbol permohonan maaf dan harapan akan keberkahan.
5. Ayam Ingkung dan Takir
Ayam ingkung, ayam utuh yang diungkep dengan bumbu rempah dan santan, dihidangkan dalam acara doa bersama, yang melambangkan keutuhan keluarga.
Sedangkan takir, yaitu ketan dalam wadah daun pisang berbentuk persegi, menjadi pelengkap dalam syukuran sebagai simbol keteguhan hati.
Makanan-makanan ini menunjukkan bagaimana budaya Jawa memadukan kuliner dan spiritualitas dalam menyambut Bulan Suro secara khidmat dan penuh makna. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi