Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Solo hingga Semarang, 7 Kuliner Legendaris Jawa Tengah

Bayu Shaputra • Rabu, 28 Mei 2025 | 18:55 WIB
Lumpia Semarang.
Lumpia Semarang.

Radarbanyuwangi.id - Jawa Tengah kaya akan warisan kuliner yang menggugah selera.

Setiap kota dan kabupaten di provinsi ini menyimpan hidangan khas yang telah diwariskan secara turun-temurun, mencerminkan keragaman budaya dan kekayaan rempah lokal.

Dari camilan sederhana hingga sajian berat, makanan tradisional Jawa Tengah selalu menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas yang pas untuk lidah nusantara.

Gudeg Yogya (Variasi Jawa Tengah)

Meski dikenal sebagai ikon kuliner Yogyakarta, Gudeg juga populer di daerah-daerah perbatasan Jawa Tengah.

Belimbing wuluh muda dan nangka muda dimasak lama bersama santan, daun jati, serta rempah seperti ketumbar dan bawang putih.

Hasilnya adalah hidangan berkuah kental berwarna cokelat kemerahan, disajikan dengan nasi putih, ayam kampung, telur pindang, dan sambal krecek kulit sapi pedas yang empuk.

Nasi Liwet Solo

Di Solo, nasi liwet menjadi hidangan wajib saat berkumpul bersama keluarga.

Beras dimasak dengan santan, daun salam, daun pandan, dan serai, menghasilkan nasi gurih beraroma harum.

Biasanya disajikan di atas daun pisang dengan lauk pauk sederhana: suwir ayam opor, tempe goreng, telur pindang, serta sambal goreng krecek.

Lumpia Semarang

Lumpia Semarang terbuat dari kulit pangsit tipis berisi rebusan rebung, telur, dan bumbu manis-gurih. Setelah digulung, lumpia digoreng hingga renyah.

Disajikan dengan saus khas campuran air kaldu ayam, gula merah, bawang putih, dan cabai semua cita rasa berpadu sempurna.

Tahu Petis Pekalongan

Pekalongan terkenal dengan tahu petisnya: tahu goreng kuning yang disiram saus hitam kental dari petis udang, gula merah, dan bawang putih.

Tekstur tahu yang renyah di luar dan lembut di dalam berpadu dengan saus manis-asin, menimbulkan sensasi nikmat di setiap gigitan.

Sate Klathak Pak Eko (Ponorogo)

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate klathak memakai daging kambing utuh pada tulang tusuk besi.

Dimasak sederhana hanya dengan garam dan merica, lalu dipanggang di atas bara arang.

Sate ini disajikan dengan kuah gulai ringan berbumbu santan dan rempah, sehingga rasa daging kambing tetap murni dan lembut.

Arem-arem Banyumas

Arem-arem mirip lontong isi, terbuat dari nasi yang diberi isi sayur seperti sambal tempe, wortel, dan kacang panjang.

Dibungkus daun pisang, arem-arem direbus hingga padat. Disantap bersama sambal kacang, camilan ini cocok sebagai teman ngopi atau bekal jalan-jalan.

Jenang Kudus

Kudus memiliki jenang gangsir, bubur manis dengan ketan hitam, santan, dan gula merah, biasanya diinovasikan dengan topping kelapa parut dan taburan wijen.

Teksturnya lembut dan manisnya pas, sempurna dinikmati hangat-hangat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#solo #kuliner legendaris #Makanan Tradsioal Jawa Tengah #semarang