RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah hijaunya perbukitan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tersimpan cita rasa khas yang tak lekang oleh waktu.
Adalah tumis sayur pakis, salah satu hidangan tradisional warga Suku Osing yang masih setia disantap sebagai lauk sehari-hari.
Tak hanya sederhana, tumis pakis ini juga sarat makna. “Kalau musim hujan begini, pakis tumbuh subur di sekitar kebun dan pinggir sawah. Tinggal petik, dimasak sebentar, sudah enak,” tutur Hidayatus Sofiana, salah seorang warga Suku Osing Banyuwangi, Senin pagi (25/5).
Pakis yang digunakan biasanya dipilih dari pucuk muda agar teksturnya tetap empuk. Setelah dibersihkan, pakis cukup direbus sebentar agar tetap hijau segar.
Rahasia kelezatannya terletak pada bumbu ulek tradisional—perpaduan bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit—yang ditumis bersama daun salam, serai, dan lengkuas.
“Kalau mau lebih nendang, kasih sedikit terasi yang dibakar. Tapi jangan banyak-banyak, biar aroma pakisnya tetap terasa,” imbuhnya sambil mengaduk tumisan di atas tungku kayu bakar.
Tak lupa, sejumput gula merah dan garam menyempurnakan rasa gurih-manis yang membalut pakis. Tumisan sederhana ini biasa disantap dengan nasi panas dan sambal tomat, atau dipadukan dengan ikan asin goreng—menu klasik Osing yang menggugah selera.
Tumis pakis bukan sekadar sajian rumahan. Ia adalah bagian dari kekayaan kuliner Osing yang terus dilestarikan. Bahkan, dalam agenda adat seperti Tumpeng Sewu, sayur pakis acap kali hadir sebagai lauk pendamping.
“Ini bukan cuma soal makanan, tapi juga bagian dari identitas kami sebagai Osing,” kata Bu Siti.
Di tengah gempuran makanan cepat saji, tumis pakis ala Kemiren tetap bertahan. Menjadi simbol kesederhanaan, kearifan lokal, sekaligus bukti bahwa cita rasa autentik tak perlu bahan mewah.
Tumis Sayur Pakis Khas Osing Kemiren
Bahan-bahan:
- 1 ikat sayur pakis (ambil pucuk muda, bersihkan, rebus sebentar lalu tiriskan)
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera)
- 2 buah cabai merah besar
- 1 batang serai (memarkan)
- 2 cm lengkuas (memarkan)
- 2 lembar daun salam
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- Terasi bakar (sedikit saja, opsional)
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Langkah-langkah:
- Haluskan bumbu: bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah. Bisa diulek kasar agar tekstur lebih terasa (ciri khas masakan Osing).
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, dan daun salam hingga harum dan matang.
- Tambahkan sedikit terasi bakar jika suka, aduk rata.
- Masukkan sayur pakis yang sudah direbus sebentar tadi. Aduk hingga tercampur rata.
- Bumbui dengan garam dan gula merah secukupnya.
- Masak hingga air agak menyusut dan bumbu meresap. Koreksi rasa.
- Angkat dan sajikan hangat, biasanya disantap dengan nasi hangat dan ikan asin atau sambal tomat.
Tips:
- Jangan terlalu lama merebus pakis agar tetap renyah dan warnanya hijau segar.
- Tumis ini cocok jadi menu pendamping dalam sego tempong khas Banyuwangi.
Kalau kamu mau, aku juga bisa bantu buat versi yang bisa dicetak atau ditaruh di media sosial. Mau? (*)
Editor : Ali Sodiqin