RadarBanyuwangi.id - Keracunan makanan sering kali disebabkan oleh hal-hal kecil yang terlewat di dapur.
Mulai dari kentang yang menghijau, kerang yang tidak dibersihkan secara menyeluruh, hingga kebiasaan mencicipi adonan mentah, semuanya dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Simak penjelasan lengkap dan langkah pencegahannya berikut ini.
Kentang Menghijau: Waspadai Racun Solanin
Kentang yang kulitnya berubah menjadi kehijauan bukan hanya tanda kurang segar, melainkan juga indikasi meningkatnya kadar solanin, senyawa beracun yang secara alami terbentuk saat kentang terpapar cahaya.
Solanin dalam jumlah tinggi dapat memicu gejala seperti:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit kepala
- Gangguan sistem saraf
Cara mencegah keracunan solanin:
- Pilih kentang dengan kulit mulus dan tidak bertunas.
- Simpan kentang di tempat gelap dan sejuk.
Buang bagian kentang yang mengandung warna hijau atau tunas, dan jika terlalu banyak, lebih baik tidak dikonsumsi sama sekali.
Tidak Membersihkan Serat Hitam pada Kerang
Kerang yang tidak dibersihkan secara menyeluruh berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan.
Bagian serat hitam atau kotoran di saluran pencernaan kerang menyimpan bakteri dan zat sisa dari lingkungan laut yang bisa membahayakan tubuh.
Gejala keracunan kerang:
- Sakit perut
- Mual dan muntah
- Diare
Tips aman mengolah kerang:
- Pastikan kerang masih hidup dan segar (cangkang tertutup rapat).
- Rendam dalam air bersih selama beberapa jam dan ganti air beberapa kali.
- Buang serat hitam pada daging kerang setelah dimasak.
Mencicipi Adonan Tepung Mentah: Risiko Bakteri Tersembunyi
Meski terlihat tidak berbahaya, tepung mentah bisa mengandung bakteri seperti E. coli dan Salmonella, terutama jika adonan juga mengandung telur mentah.
Bahaya mencicipi adonan mentah:
- Infeksi saluran pencernaan
- Demam
- Mual dan diare
Langkah pencegahan:
- Hindari mencicipi adonan mentah sebelum dipanggang atau dimasak.
- Pastikan adonan diproses pada suhu yang cukup untuk membunuh bakteri.
- Cuci tangan setelah menyentuh tepung atau adonan mentah.
(*)
Editor : Lugas Rumpakaadi