Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Unik, 5 Kue Kering Bernama Hewan yang Cuma Ada di Indonesia

Aulia Sulhia • Kamis, 22 Mei 2025 | 22:15 WIB
Deretan kue kering tradisional Indonesia yang unik karena terinspirasi dari nama hewan.
Deretan kue kering tradisional Indonesia yang unik karena terinspirasi dari nama hewan.

RadarBanyuwangi.id - Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman budaya, termasuk dalam dunia kulinernya.

Salah satu keunikan dari tradisi kuliner Indonesia adalah banyaknya kue kering dengan nama yang terinspirasi dari hewan.

Nama-nama ini tidak hanya unik, namun juga mengandung cerita, bentuk, dan filosofi yang menarik di balik penciptaannya.

Berikut adalah lima jenis kue kering yang memakai nama hewan, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Kue Lidah Kucing

Merupakan salah satu kue kering paling populer, terutama saat perayaan Hari Raya. Kue ini dinamai demikian karena bentuknya yang panjang, pipih, dan melengkung, menyerupai lidah seekor kucing.

Teksturnya renyah dan ringan, menjadikannya favorit di berbagai kalangan. Biasanya disajikan dalam toples dan hadir dalam berbagai varian rasa, mulai dari original hingga yang dilapisi cokelat.

Kue Kuping Gajah

Walaupun tidak memakai nama hewan secara langsung, kue ini dinamakan dari bagian tubuh hewan, yakni telinga gajah. Bentuk spiral yang lebar dan berlapis menyerupai daun telinga gajah menjadi ciri khas kue ini.

Kue kuping gajah umumnya berwarna cokelat dan putih, dengan rasa manis gurih, dan memiliki tekstur yang garing serta mudah dinikmati oleh segala usia.

Kue Semut (Bolu Sarang Semut)

Nama ini diambil dari tampilan kue bagian dalam yang berongga seperti sarang semut. Meskipun aslinya merupakan bolu basah, terdapat pula versi kering yang disukai banyak orang.

Warna gelapnya berasal dari proses karamelisasi gula, yang memberikan rasa manis khas dan aroma yang menggoda.

Kue ini menjadi simbol dari inovasi lokal dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian istimewa.

Kue Kecipir/Kue Ulat

Di beberapa daerah, kue ini dikenal dengan sebutan kue ulat, karena bentuknya yang memanjang dan bergerigi menyerupai ulat kecil.

Terbuat dari campuran tepung, telur, dan gula, lalu digoreng hingga garing, kue ini memiliki rasa gurih-manis yang cocok disantap sebagai camilan ringan. Bentuknya yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Kue Tai Kucing

Nama yang terdengar nyeleneh ini sebenarnya merujuk pada bentuk kecil memanjang berwarna gelap yang menyerupai kotoran kucing.

Meski begitu, rasanya justru manis dan gurih. Terbuat dari tepung, kelapa parut, dan gula merah, kue ini populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Jawa.

Teksturnya renyah, menjadikannya pilihan camilan tradisional yang menarik dan tetap eksis hingga kini. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kue kering #nama hewan