RadarBanyuwangi.id - Dalam tradisi Jawa, acara seperti berkatan (selamatan) dan sandingan untuk mengenang orang yang telah wafat sering kali diiringi dengan sajian jajanan tradisional.
Bukan sekadar camilan, jajanan ini dipilih karena memiliki makna simbolik yang dalam. Berikut lima kue tradisional yang hampir selalu hadir di meja berkatan dan sandingan.
1. Apem
Apem berasal dari kata "afwan" dalam bahasa Arab yang berarti maaf. Kue ini melambangkan permohonan ampun dan harapan agar arwah orang yang meninggal diampuni dosa-dosanya.
2. Cucur
Kue cucur dengan bentuk bundar dan bagian tengah yang menggembung dipercaya sebagai simbol keikhlasan. Biasanya dibuat dengan gula merah dan tepung beras, rasanya manis dan legit.
3. Ketan dan Jadah
Terbuat dari beras ketan, kue ini menggambarkan rasa kebersamaan dan keterikatan keluarga yang kuat, meskipun ditinggal orang tercinta.
4. Lemper
Lemper yang berisi daging ayam atau abon menggambarkan harapan akan rezeki dan keteguhan hati. Kemasannya yang dibungkus daun pisang menambah nilai tradisionalnya.
5. Wajik
Terbuat dari ketan dan gula merah, wajik melambangkan kemanisan hidup dan kekompakan. Rasanya yang manis diharapkan menjadi doa untuk keluarga yang ditinggalkan agar tetap rukun. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi