RadarBanyuwangi.id - Di banyak rumah di Indonesia, terutama di daerah Jawa, malam Jumat punya nuansa khusus.
Salah satunya adalah tradisi menyiapkan "makanan sandingan" untuk arwah keluarga yang telah meninggal.
Meski terdengar mistis, kebiasaan ini sarat makna dan menyimpan pesan budaya yang dalam. Lalu, apa saja makanan yang biasanya disiapkan sebagai sandingan?
1. Nasi Putih
Sebagai makanan pokok, nasi putih selalu ada dalam sajian sandingan. Ia melambangkan kehidupan dan keberkahan.
2. Lauk Sederhana
Biasanya berupa telur rebus, tahu, tempe, atau ayam goreng. Tidak mewah, karena dianggap sebagai simbol kerendahan hati dan keikhlasan.
3. Sayur Lodeh atau Urap
Sayuran ini sering dipilih karena kaya makna. Dalam budaya Jawa, sayur lodeh dipercaya bisa menangkal bala, sementara urap melambangkan kesederhanaan.
4. Air Putih
Disediakan dalam gelas atau kendi kecil, air putih melambangkan kesucian dan keikhlasan doa.
5. Kue Tradisional
Seperti apem, cucur, atau jadah. Kue-kue ini sering digunakan dalam acara doa dan dipercaya membawa harapan baik.
Meski tak ada bukti bahwa arwah benar-benar datang dan menyantap makanan ini, sandingan menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur. Ini bukan tentang mistik, melainkan simbol cinta, kenangan, dan doa yang tidak putus.
Bagi sebagian orang, tradisi ini mungkin terasa kuno. Namun bagi yang menjalaninya, ini adalah warisan budaya yang mengajarkan rasa hormat dan spiritualitas dalam keluarga. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi