RadarBanyuwangi.id - Bagi masyarakat Banyuwangi, ayam lodho bukan sekadar kuliner khas, melainkan simbol kerinduan akan kampung halaman, terutama saat momen Idul Fitri.
Kini, hidangan tradisional ini dapat dinikmati kapan saja di Warung Mbah Menur, sebuah tempat makan sederhana yang menyuguhkan rasa rumahan dengan harga terjangkau.
Terletak di belakang Pom Bensin Glagah, Warung Mbah Menur menawarkan lebih dari sekadar makanan.
Suasana alam yang asri dikelilingi hamparan sawah dan semilir angin pedesaan menjadikan pengalaman bersantap semakin istimewa. Tempat ini menghadirkan sensasi “pulang kampung” yang autentik.
Mbah Menur, pemilik sekaligus juru masak utama, meracik semua hidangan dengan tangan sendiri.
Beliau adalah istri dari pendiri Sanggar Seni Angklung Soren, yang juga berada di lokasi yang sama.
Setiap suapan membawa kita pada rasa masakan nenek yang tulus dan kaya kenangan. Menu utama di warung ini tentu saja ayam lodho khas Banyuwangi.
Daging ayam dimasak hingga sangat empuk, nyaris seperti presto, namun tetap mempertahankan keaslian rasa dengan racikan rempah khas.
Kuahnya kental, gurih, dan sedikit pedas, menjadi paduan sempurna untuk nasi hangat. Selain ayam lodho, tersedia pula menu andalan lain seperti:
- Rujak lontong dengan bumbu kacang khas
- Tahu bumbu yang gurih pedas
- Nasi tempong, favorit pencinta makanan pedas
- Minuman khas seperti es cincau yang menyegarkan dan jahe sereh panas untuk menghangatkan tubuh
Warung Mbah Menur juga menjadi bagian dari ekosistem budaya lokal. Di samping mencicipi kuliner, pengunjung dapat mengenal lebih dekat seni musik tradisional melalui Sanggar Angklung Soren, bahkan mencoba langsung memainkan alat musik angklung yang sarat nilai sejarah.
Salah satu keunggulan warung ini adalah harga yang ramah di kantong. Semua hidangan dibanderol dengan harga di bawah Rp 20.000 per porsi, menjadikannya pilihan tepat untuk wisata kuliner berkualitas tanpa menguras isi dompet. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi