Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berani Coba? Kecoa Jadi Menu Unik dan Bergizi di Berbagai Negara

Aulia Sulhia • Kamis, 8 Mei 2025 | 15:35 WIB
Ilustrasi kuliner kecoa.
Ilustrasi kuliner kecoa.

RadarBanyuwangi.id - Bagi banyak orang, kecoa merupakan serangga yang sangat dihindari karena kesan jorok dan menjijikkan.

Namun, di beberapa belahan dunia, kecoa justru dianggap sebagai sumber pangan yang unik, bernilai gizi tinggi, dan menjadi bagian dari kuliner ekstrem yang menarik perhatian wisatawan dan pecinta makanan antik.

Di negara-negara seperti Thailand dan Kamboja, kecoa goreng telah lama menjadi sajian kaki lima yang cukup populer.

Umumnya, kecoa yang digunakan adalah spesies tertentu yang berukuran besar dan dibudidayakan secara higienis.

Proses pengolahannya meliputi pembersihan, pemberian bumbu rempah, dan penggorengan hingga renyah.

Bagi yang berani mencicipi, tekstur kecoa goreng dikatakan menyerupai keripik dengan rasa gurih dan sedikit aroma kacang.

Selain dari sisi rasa, makanan ini juga diklaim sebagai sumber protein alternatif yang tinggi, menjadikannya salah satu opsi pangan fungsional yang menarik untuk masa depan.

Selain digoreng utuh, kecoa juga telah dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam berbagai inovasi kuliner modern.

Di Tiongkok, kecoa diolah menjadi taburan mi instan, menciptakan kombinasi antara tradisional dan ekstrem dalam satu sajian.

Sementara itu, di Brasil, para peneliti telah mengembangkan roti dengan tepung kecoa sebagai salah satu bahan dasarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa roti ini memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan roti konvensional, tanpa meninggalkan aroma atau rasa menyengat khas serangga.

Kecoa mengandung protein, asam amino, serta mikronutrien lain yang penting untuk tubuh. Dalam dunia yang semakin mencari sumber makanan berkelanjutan, serangga seperti kecoa mulai dilirik sebagai solusi masa depan.

Meski begitu, tantangan terbesar bukan pada aspek teknis, melainkan pada penerimaan budaya dan psikologis masyarakat terhadap serangga sebagai makanan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#makanan #kecoa #Protein