Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengejutkan, Ternyata Pastel Punya Sejarah Panjang Sejak Abad Pertengahan

Aulia Sulhia • Rabu, 7 Mei 2025 | 05:15 WIB
Asal usul pastel, camilan gurih berkulit renyah yang menelusuri perjalanan panjang dari Eropa hingga menjadi favorit di Indonesia.
Asal usul pastel, camilan gurih berkulit renyah yang menelusuri perjalanan panjang dari Eropa hingga menjadi favorit di Indonesia.

RadarBanyuwangi.id - Pastel, camilan berkulit renyah dengan beragam isian gurih, merupakan salah satu makanan ringan favorit di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Namun, di balik kenikmatannya, pastel menyimpan jejak sejarah panjang yang melibatkan lintas budaya dan peradaban. Mari kita telusuri perjalanan pastel dari masa ke masa.

Sejarah pastel dapat ditelusuri hingga abad pertengahan di Eropa Selatan, khususnya di Spanyol dan Portugal.

Di sana, dikenal hidangan serupa bernama empanada (Spanyol) dan pastel (Portugal). Kata pastel sendiri berasal dari bahasa Latin abad pertengahan, pastellus, yang berarti “kue kecil berisi.”

Pada masa itu, empanada digunakan sebagai bekal praktis bagi pekerja dan pelancong. Kulit adonan berfungsi sebagai pelindung isian dari daging, sayuran, atau bahan lain agar tetap awet dan mudah dibawa.

Seiring ekspansi kolonial Spanyol dan Portugis, makanan ini ikut tersebar ke berbagai wilayah di dunia seperti Amerika Latin, Filipina, dan Asia Tenggara.

Hidangan ini pun mulai beradaptasi dengan bahan dan selera lokal di setiap negara yang disinggahinya.

Kehadiran pastel di Indonesia diperkirakan terjadi pada masa kolonial Belanda, di mana pengaruh kuliner Eropa sangat kuat.

Melalui percampuran budaya dan adaptasi bahan lokal, lahirlah pastel versi Indonesia yang kita kenal sekarang.

Isian pastel di Tanah Air sangat beragam, mulai dari ragout ayam, bihun, daging cincang, telur rebus, hingga sayuran.

Kulit pastel juga bervariasi, ada yang tebal dan sangat renyah, ada pula yang lebih tipis dan lembut, tergantung daerah dan preferensi pembuatnya.

Hingga kini, pastel terus mengalami inovasi. Banyak pelaku kuliner menghadirkan varian rasa kekinian, seperti pastel isi keju, tuna pedas, hingga versi manis.

Meski demikian, karakter khas pastel sebagai camilan berkulit renyah dengan isian padat rasa tetap dipertahankan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#abad pertengahan #sejarah #pastel