RadarBanyuwangi.id – Batang pisang, atau yang dikenal sebagai gedebog, sering kali dianggap sebagai limbah pertanian.
Namun, di tangan kreatif masyarakat Indonesia, bagian tanaman ini diolah menjadi berbagai hidangan lezat yang kaya akan nilai gizi dan budaya.
1. Jukut Ares – Bali
Di Bali, jukut ares adalah hidangan tradisional yang menggunakan batang pisang muda sebagai bahan utama.
Dimasak dengan rempah-rempah khas dan sering kali dipadukan dengan daging ayam atau bebek, jukut ares menawarkan cita rasa gurih yang khas dan menjadi bagian penting dalam upacara adat Bali.
Baca Juga: Bikin Heboh, GP Miami Jadi Balapan F1 dengan Kontrak Terpanjang Sepanjang Masa
2. Sayur Ares – Lombok
Masyarakat Lombok memiliki sayur ares, olahan batang pisang muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah.
Hidangan ini sering disajikan dalam acara keluarga dan perayaan, mencerminkan kekayaan kuliner daerah tersebut.
3. Pantollo' Burak Manuk – Toraja
Di Toraja, Sulawesi Selatan, pantollo' burak manuk adalah masakan khas yang menggabungkan batang pisang dengan daging ayam dan kelapa parut sangrai. Rasanya yang unik dan gurih menjadikannya hidangan istimewa dalam berbagai acara adat.
Baca Juga: Mercedes Krisis di Tengah Papan Atas, Ini Kata George Russell Menjelang Balapan di Miami
4. Sayur Saut – Manado
Sayur saut dari Manado menggunakan batang pisang sebagai bahan utama, dimasak dengan daun kemangi dan rempah-rempah khas. Hidangan ini menawarkan rasa segar dan pedas yang menggugah selera.
5. Keripik Gedebog Pisang
Selain sebagai sayur, batang pisang juga diolah menjadi camilan renyah seperti keripik gedebog pisang.
Setelah diiris tipis dan direndam dalam larutan garam dan kapur sirih, irisan batang pisang digoreng hingga kering dan renyah, menghasilkan camilan yang lezat dan bergizi.
Baca Juga: Putri Indonesia 2025 Ternyata Yatim Piatu, Ortu Firsta Yufi Amarta Putri Meninggal Akibat Korona
Setelah mengetahui berbagai olahan tersebut, batang pisang membuktikan dirinya sebagai bahan makanan yang serbaguna dan bernilai tinggi.
Mengolah batang pisang tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga memperkaya khazanah kuliner Nusantara. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi