RadarBanyuwangi.id - Roti sourdough dengan cita rasa asam yang kompleks dan tekstur kenyal yang khas semakin digemari.
Rahasia di balik keajaiban ini terletak pada starter sourdough, sebuah biang alami yang penuh dengan ragi liar dan bakteri baik.
Membuat starter sendiri mungkin terdengar rumit, namun dengan kesabaran dan ketelitian, Anda bisa menciptakan "nyawa" bagi roti sourdough impian di dapur sendiri.
Bahan-bahan:
- Tepung terigu protein tinggi (roti atau serbaguna), sebaiknya gunakan tepung whole wheat.
- Air bersih suhu ruang
- Topleskaca bersih dengan penutup longgar
- Spatula atau sendok untuk mengaduk.
- Kain bersih atau penutup stoples yang memungkinkan udara masuk.
Langkah-langkah:
Hari 1:
- Dalam stoples kaca bersih, masukkan 50 gram tepung terigu dan 50 gram air.
- Aduk campuran hingga tidak ada gumpalan tepung dan membentuk adonan yang kental seperti pasta.
- Tutup stoples dengan kain bersih yang diikat atau penutup longgar. Biarkan stoples di suhu ruang yang hangat (sekitar 20-25 derajat Celcius) selama 24 jam. Hindari tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas.
Hari 2:
- Periksa Adonan, Perhatikan apakah ada gelembung kecil di permukaan atau di dalam adonan. Ini menandakan aktivitas bakteri dan ragi liar mulai bekerja. Jika belum ada tanda-tanda aktivitas, jangan khawatir, lanjutkan ke langkah berikutnya.
- Tambahkan kembali 50 gram tepung terigu dan 50 gram air ke dalam stoples.
- Aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata.
- Tutup kembali stoples dan diamkan di suhu ruang yang sama selama 24 jam.
Lakukan hal yang sama pada hari ketiga, keempat dan kelima, setelah hari kelima umumnya ragi siap digunakan. Tanda ragi siap digunakan adalah memiliki banyak buih atau gelembung serta bau menyengat.
Sebelum digunakan membuat roti, keluarkan starter dari kulkas, beri makan, dan biarkan di suhu ruang hingga aktif dan mengembang (biasanya 4-12 jam). (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi