Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lengkapi Sajian Kuliner saat Hari Raya Idul Fitri, Keluarga di Banyuwangi Ini Sajikan Menu Bakso Sejak 1984 (Part 1)

Niklaas Andries • Kamis, 3 April 2025 | 04:20 WIB
DIGEMARI: Bakso menjadi makanan paling digemari oleh semua kalangan dan tingkatan usia
DIGEMARI: Bakso menjadi makanan paling digemari oleh semua kalangan dan tingkatan usia

Radarbanyuwangi.id – Mungkin hampir semua orang sepakat bila bakso dinobatkan sebagai makanan sejuta umat.

Menu makanan yang satu ini hampir digandrungi oleh semua orang dan semua kalangan usia.

Kepopuleran bakso pun bisa ditemukan dengan menjamurnya pedagang bakso di hampir setiap penjuru kota maupun desa. Bahkan tidak sedikit yang menjajakan bakso dengan cara berkeliling.

Baik dengan menggunakan gerobak maupun sepeda motor. Bakso menjadi menu yang cukup familiar dalam daftar santapan masyarakat Indonesia. 

Bakso sendiri dibuat dari campuran daging dan tepung tapioka yang dibentuk menjadi bulatan bola kecil.

Banyak yang menyakini bila bakso merupakan perpaduan cita rasa kuliner Tionghoa dan Indonesia.

Dimana menurut bahasa Tionghoa Hokkian, bakso bisa diartikan sebagai daging giling.

Hal ini tentu saja cukup beralasan mengingat proses pembuatan bakso dimulai dengan menggiling dagingnya terlebih dahulu.

Dan siapa sangka bila bakso sendiri kini cukup populer sebagai sajian khas hari raya Idul Fitri. Hampir semua rumah bisa ditemui menu makanan biasa disajikan dengan kuah ini.

Kehadirannya seolah mampu mematahkan tradisi menu mainstream seperti opor ayam hingga kare dalam sajian lebaran.

Namun mulai kapan sajian menu bakso menjadi sajian menu lebaran seperti saat ini.

Jawabannya tidak pernah ada yang tahu kapan. Namun sebuah keluarga di Banyuwangi ternyata sudah menyajikan menu bakso sebagai sajian Idul Fitri ini sejak tahun 1984.

Bakso yang dibuat awalnya untuk melengkapi sajian menu saat lebaran tiba.

“Tidak banyak awalnya membuatnya sekitar 2 kg saja. Ibu saya  bikin bakso itu hanya untuk menu pelengkap lebaran bagi keluarga saja,” ujar Afia warga Sukowidi. BERSAMBUNG

Editor : Niklaas Andries
#Hokkian #tahun #lebaran #opor ayam #1984 #idul fitri #hari raya idul fitri #tionghoa #bakso #Kuliner #daging giling #banyuwangi #tepung tapioka #kare