RADAR BANYUWANGI - Ada bermacam rujak di Indonesia. Mulai rujak buah, rujak sayur, ada juga rujak cingur, bahkan di Banyuwangi ada rujak bakso.
Tetapi intinya, semua jenis rujak umumnya menyertakan sambal kacang.
Rujak merupakan salah satu kuliner khas Nusantara yang kaya akan cita rasa. Sensasi segar dan renyah dari hidangan ini membuat banyak orang menyukainya.
Sebagai makanan tradisional Indonesia, rujak memiliki beragam jenis dan sebutan di berbagai daerah. Biasanya, rujak dinikmati sebagai camilan setelah menyantap hidangan utama.
Salah satu varian yang paling populer adalah rujak buah, yang terdiri dari potongan berbagai buah setengah matang.
Buah-buahan tersebut disajikan dengan saus khas yang terbuat dari gula merah, kacang tanah, garam, dan cabai.
Pemilihan buah setengah matang bukan tanpa alasan. Dalam kondisi ini, buah memiliki rasa yang lebih kuat dan tekstur yang lebih renyah, sehingga semakin nikmat ketika disantap.
Beberapa jenis buah yang umum digunakan dalam rujak buah antara lain mangga, jambu air, kedondong, bengkuang, pepaya, nanas, dan mentimun.
Sementara itu di Surabaya, kita dapat menemukan rujak cingur. Dalam bahasa Jawa, "cingur" berarti mulut, sesuai dengan bahan utamanya yang berupa irisan daging sapi rebus khususnya bagian moncongnya.
Rujak cingur disajikan bersama aneka irisan buah dan sayuran, seperti mentimun, mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong, serta lontong.
Tak hanya itu, rujak cingur juga dilengkapi dengan sayuran seperti kecambah, kangkung, dan kacang panjang.
Saat disajikan, semua bahan ini disiram dengan bumbu ulekan halus kacang tanah, petis udang, gula merah, cabai, bawang goreng, serta irisan tipis pisang klutuk muda.
‘’Kalau ada cingurnya namanya rujak cingur, tapi kalau tanpa itu namanya rujak lontong,’’ jelas Triana, 54, warga Lingkungan Karangagung, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi.
Bumbu kacang dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas menjadi kunci kelezatan rujak dari berbagai daerah.
Kelezatan bumbu atau sambal kacang ini menjadikan rujak bagian penting dari warisan kuliner Nusantara. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin