Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Biji Segawe, Camilan Langka Saat Lebaran di Banyuwangi

Agung Sedana • Sabtu, 29 Maret 2025 | 22:33 WIB
Biji Segawe.
Biji Segawe.

RadarBanyuwangi.id - Di tengah gempuran camilan modern, biji Segawe alias kacang cinta menjadi hal yang cukup langka ditemukan saat lebaran di Banyuwangi.

Segawe, atau yang juga dikenal dengan sebutan "Kacang Cinta," merupakan biji dari pohon Saga (Adenanthera pavonina), yang dahulu sangat populer di era 90-an.

Pohon Segawe sendiri bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari Asia Selatan. Namun, keberadaannya telah menyebar ke berbagai daerah, termasuk Banyuwangi.

Dulunya, pada masa pemerintahan Bupati Purnomo Sidik, pohon ini banyak ditanam di tepi jalan sebagai peneduh. Dengan tinggi yang bisa mencapai puluhan meter, daun menyirip ganda khas tanaman polong-polongan ini memberikan keteduhan alami.

Buah Segawe berbentuk polong dan saat mengering, bijinya yang berwarna merah terang akan keluar. Proses pengolahan camilan ini cukup sederhana.

Biasanya, biji Segawe disangrai dengan pasir atau pecahan atap genteng hingga kecoklatan dan sedikit merekah.

Rasanya unik, mirip kacang almond dengan sedikit sentuhan pahit. Namun, karena teksturnya yang keras, hanya mereka yang memiliki gigi geraham kuat yang disarankan untuk menikmatinya.

Saat ini, biji Segawe sudah jarang ditemukan di Banyuwangi. Hanya di beberapa daerah seperti Kecamatan Sempu, Kalibaru, dan Wongsorejo yang masih memiliki pohon ini dalam jumlah cukup banyak.

Di beberapa rumah pedesaan, biji merah ini masih sering disajikan sebagai camilan khas saat Lebaran.

Tak hanya sebagai makanan, biji Segawe ternyata memiliki sejarah menarik. Di masa lampau, biji ini digunakan sebagai alat ukur emas karena bobotnya yang konstan.

Selain itu, daun pohonnya memiliki khasiat sebagai obat rematik karena mengandung alkaloid. Bahkan, bijinya juga mengandung asam lemak yang berpotensi sebagai sumber energi alternatif seperti biodiesel.

Selain itu, kayu pohon Segawe dikenal sebagai salah satu jenis kayu terkeras, sehingga sering dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan, pembuatan perabot, serta bahan arang.

Dengan berbagai manfaatnya, tak heran jika Segawe menjadi bagian dari warisan kuliner dan budaya yang patut dijaga kelestariannya.

Di tengah modernisasi, tradisi menikmati biji Segawe menjadi simbol bagaimana masyarakat tetap mempertahankan warisan kuliner lokal.

Meski tergolong camilan jadul, pesona Segawe tetap hidup di hati para pecinta nostalgia kuliner Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Khas Banyuwangi #jajanan lebaran #Biji segawe #camilan jadul