Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diharapkan Pengganti Beras, Kacang Tanah Bisa Jadi Teman Diet

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 8 Oktober 2024 | 00:30 WIB
ILUSTRASI: BAYU SAKSONO/AI/RABA
ILUSTRASI: BAYU SAKSONO/AI/RABA

RadarBanyuwangi.id – Acara di lingkungan Pemkab Banyuwangi sudah jarang menemukan makanan ringan berupa kue modern. Konsumsi yang paling sering disajikan adalah buah dan kacang tanah rebus.

Kepala Bagian Protokol Pemkab Banyuwangi, Bibin Widiatmoko mengakui, kegiatan pemkab sudah setahun terakhir jarang menggunakan snack kue modern.

Yang lebih diutamakan adalah snack berupa menu camilan sehat. Contohnya seperti buah-buahan, maupun camilan berupa kacang tanah rebus. ‘’Sudah jalan sejak tahun 2023 lalu,’’ ujar Bibin.

Dia menambahkan, dasar kebijakan tersebut adalah Surat Edaran (SE) Bupati Banyuwangi nomor 188/16677/429.103/2023 tentang Diversifikasi Konsumsi Pangan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemkab Banyuwangi.

SE Bupati Banyuwangi tersebut berlaku sejak 30 Oktober tahun 2023 silam.

Salah satu isi SE tersebut antara lain, sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan dan pengurangan sampah pangan.

Karena itu, para kepala organisasi perangkat daerah diminta untuk melakukan pengadaan konsumsi (makanan berat) mengurangi nasi (beras).

Melakukan diversifikasi bahan non beras / non terigu, kecuali untuk jenis makanan yang tidak bisa didiversifikasi dengan bahan non beras /non terigu.

Hal yang sama juga berlaku untuk snack atau makanan ringan di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Intinya, snack diusahakan less karbohidrat.

Makanan ringan diusahakan diversifikasi selain bahan beras / terigu. Sehingga pada akhirnya yang populer muncul adalah snack berupa buah atau kacang tanah.

Pemilihan menu sehat, khususnya kacang tanah rebus seperti itu, memang banyak manfaatnya. Meskipun sudah lama berkembang, bahwa kacang tanah sering dihindari oleh orang-orang yang sedang diet.

Ini lantaran banyak mitos yang berkembang dalam hal dampak konsumsi kacang tanah.

Salah satu mitos yang populer yakni, kacang dicurigai bisa menimbulkan jerawat. Mitos lainnya, kacang tanah dianggap berkalori tinggi, sehingga dapat menggagalkan diet. Padahal, semua mitos yang berkembang itu tidak benar.

 Rupanya, ada banyak manfaat kacang tanah untuk tubuh manusia. Bahkan, kacang tanah juga disebut punya kandungan yang baik sebagai bekal diet.

Kacang tanah sebenarnya termasuk dalam kelompok polong-polongan. Kacang tanah tidak sama dengan kacang-kacangan yang berasal dari pohon (tree nuts), seperti almond, kacang mete, dan kenari.

Namun, kandungan nutrisi pada kacang tanah maupun kacang yang berasal dari pohon, umumnya hampir sama.

Manfaat kacang tanah tidak hanya karena kandungan lemak sehatnya. Tetapi juga karena sejumlah nutrisi lain yang bermanfaat.

Setidaknya, dalam setiap 100 gram kacang tanah kering yang dipanggang, terdapat 525 kalori dan sejumlah kandungan 42,7 gram lemak, 27,9 gram protein, 17,4 gram karbohidrat, 2,4 gram serat 466 miligram kalium, 456 miligram fosfor, 316 miligram kalsium, 31 miligram natrium, dan 5,7 miligram zat besi

Selain itu, manfaat kacang tanah juga didapat dari kandungan nutrisi lain. Seperti zat tembaga, seng, magnesium, karoten, thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), vitamin E, dan antioksidan.

Berkat kandungan nutrisinya yang cukup lengkap dan melimpah itu, kacang tanah baik dikonsumsi siapa saja. Termasuk baik untuk dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Bahkan, jika seseorang memiliki kebiasaan ngemil dan bingung memilih camilan sehat yang dapat dikonsumsi saat diet, sangat disarankan makan kacang tanah. Jika dikonsumsi dalam batas wajar, kacang tanah dapat membantu menurunkan berat badan.

Kandungan protein dan serat yang tinggi di dalamnya Kandungan protein dan serat pada kacang tanah dapat membuat kenyang lebih lama dan menurunkan keinginan untuk mengonsumsi camilan lain yang tidak sehat. (bay/sas)

Editor : Ali Sodiqin
#menu diet #beras #makanan berat #diet #kacang #banyuwangi