Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Belalang Goreng Made In Grajagan Banyuwangi Tembus Pasar Jakarta: Rp 40 Ribu hingga Rp 55 Ribu per Bungkus

Dedy Jumhardiyanto • Sabtu, 25 Mei 2024 | 16:34 WIB

MAHAL: Pedagang belalang goreng Sulhan Hadi menunjukkan dagangannya di tokonya Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Jumat (24/5).
MAHAL: Pedagang belalang goreng Sulhan Hadi menunjukkan dagangannya di tokonya Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Jumat (24/5).
Radarbanyuwangi.id – Saat ini sebenarnya sudah mulai memasuki musim belalang. Hanya saja, tidak seperti tahun sebelumnya yang hampir di setiap hutan ditemukan belalang. Bila ada, masih di sekitar hutan Meru Betiri, Kecamatan Pesanggaran, dan hutan Baluran wilayah Kabupaten Situbondo.

Belalang yang sulit dicari itu, harganya juga cukup mahal di banding saat belalang sedang ramai. Para pedagang, kini sudah mulai ancang-ancang. Malahan, sudah ada yang kebanjiran pesanan hingga luar kota.

“Saya jual dengan online,” cetus salah satu pedagang belalang, Sulhan Hadi, 33, warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Menurut Sulhan, musim belalang kali ini masih belum merata. Belalang hanya ditemukan di hutan kawasan barat, tepatnya di hutan Meru Betiri, Kecamatan Pesanggaran, dan hutan Baluran Situbondo.

“Kalau di hutan Karetan (Kecamatan Purwoharjo) masih belum ada belalang,” katanya.

Daerah hutan Karetan yang kali ini tidak ada belalang, terang dia, diduga karena tidak ada hujan. Padahal, belalang itu keluar setelah musim hujan.

“Karena (belalang) masih sulit dan barang terbatas, harga belalang lumayan mahal,” katanya.

Jika sudah musim belalang, terang dia, sepanjang jalan di daerah hutan Karetan akan banyak lapak milik para penjual belalang. “Tidak ada belalang di hutan Karetan, ini mencari di hutan Meru Betiri dan Alas Baluran,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, harga satu renteng yang berisi 100 ekor belalang dijual mulai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk belalang goreng, dijual dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 60 per kemasan plastik.

“Mau terlalu mahal, yang beli tidak banyak,” jelasnya seraya menyebut untuk kali ini memilih menjual belalang dalam kondisi matang.

Untuk belalang goring yang dijual ini, lanjut dia, pasarnya bukan pengguna jalan yang melintas di area hutan Karetan. Dia memasarkan belalang matang kepada teman atau dipasarkan secara online.

“Kita jual langsung kepada teman-teman lewat pesan singkat,” cetusnya.

Selama ini, masih kata dia, pemesanan yang sudah dilayani tidak hanya di wilayah Banyuwangi saja, tapi juga luar kota mulai dari Jember, Surabaya, dan Jakarta.

“Pemesan sebagian besar penggemar belalang warga lokal, dan warga Banyuwangi yang saat ini tinggal di Surabaya atau Jakarta,” jelas mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu.

Saking banyaknya pemesanan, Sulhan menyebut tidak semua bisa dilayani langsung. Biasanya, belalang goreng bisa dilayani sehari setelah pemesanan.

“Saya harus mencari belalang hidup dulu, belalang hasil buruan tidak ditimbun, itu untuk menghindari penurunan kualitas. Yang dijual fresh, kalau distok nanti mati,” kata Sulhan yang juga penjual mainan dan pakaian anak-anak di Pasar Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo itu.(ddy/abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#situbondo #Belalang #belalang goreng #online #surabaya #grajagan #Karetan #meru betiri #jakarta #baluran #Alas #banyuwangi #jember