Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sate Madura Sudah Biasa, Pernah Coba Sate Yang Lain Belum?

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 22 April 2024 | 17:07 WIB

Photo
Photo
RadarBanyuwangi.id – Daging yang dipotong potong kecil kemudian ditusuk menggunakan lidi atau bambu.

Selanjutnya daging tersebut dipanggang diatas bara arang kayu. Inilah menu kuliner yang dinamakan sate.

Dagingnya sendiri terdiri dari macam-macam bahan, antara lain daging ayam, kambing, sapi, kelinci dan lainnya.

Sejarah awal muasal sate di Indonesia, id.wikipedia.org menuliskan bahwa sate berasal dari Jawa, Indonesia.

Atau lebih tepatnya sate berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Berasal dari bahasa Jawa dialeg Ponorogo, sate berasal dari Sak biting yang berarti satu tusuk.

Pada abad ke 15, sate merupakan makanan warok.

Dan baru berkembang dan menyebar ke seluruh Nusantara sekitar abad 19.

Sementara sumber lain menyebutkan, sejarah sate berasl dari dari Arab yang berdagang menuju ke Indonesia.

Adapula yang menyebutkan sebelum masuk ke Indonesia, sate sudah dikenal di tanah India.

Terlepas dari sejarah, sate merupakan masakan khas Indonesia.

Mudah dicari, banyak ragamnya serta bervariasi harganya. Warung-warung, kafe, restoran hingga hotel banyak menyediakan menu sate.

Bahkan acara prasmanan seperti kondangan, reuni, rapat sate menjadi incaran menu favorit.

Ternyata, di Indonesia banyak sekali ragam menu sate.

Nah siapa diantara kalian yang masih asing dengan menu sate dibawah ini. Simak yuks!!!!

  1. Sate Madura

Berasal dari Madura atau penjualnya orang Madura?

Yang jelas sate ini sangat popular di Indonesia.

Daging ayam atau kambing bisa menjadi pilihan sate Madura.

Sementara bumbunya terdiri dari kecap manis, gula jawa dan kacang yang dihaluskan.

Saat disajikan ada irisan bawang merah dalam bumbu.

Bagi yang gemar selera pedas, sambal bisa dibubuhi sesuai selera.

Penyajian sate Madura beserta nasi atau lontong yang diiris.

 

  1. Sate Kelinci

Sebenarnya sama dengan sate Madura, cuman daging yang disajikan berupa daging Kelinci bukan daging ayam atau kambing.

Bumbunya pun sama, dari kecap manis, gula jawa yang dicampur dengan halusan kacang tanah.

Irisan bawang merah bercamput bumbu juga ada.

Sate Kelinci biasanya ada disekitar tempat yang tidak jauh dari pusat peternakan kelinci, seperti lembang, Bandung, Tawangmangu di Jawa Tengah, Tegala Sarangan, Malang dan sekitarnya di Jawa Timur.

 

  1. Sate Kerang

Mungkin ini satu-satunya sate yang tidak dibakar diatas bara arang.

Sesuai Namanya, sate ini berbahan utama Kerang.

Terutama jenis kerrang hijau. Kerang-kerang yang sudah dikeluarkan dari cangkangnya selanjutnya direbus.

Setelah matang, kerrang-kerang ini ditusukkan ke bambu.

Penyajiannya pada umumnya berdampingan dengan Lontong Kupang dan lenthuk.

Sate Kerang ini biasa ditemukan di daerah Surabah dan Sidoarjo, Jawa Timur.

 

  1. Sate Padang

Begini cara memasaknya, daging sapi mentah dimasukkan kedalam drum berisi air.

Direbus hingga mendidih, biasanya diulang sampai dua kali.

Daging sapi, adapula jeroan, penis, lidah sapi yang sudah matang dipotong kecil-kecil. Sementara sisa air rebusan dicampur dengan berbagai bumbu.

Seperti bawang merah, bawang putih, serai, jahe dan kunyit.

Ada sekitar 19 macam rempah-rempah. Termasuk beberapa cabai.

Direbus kembali sekitar 20 menit. Jadilah kuah yang sangat kaya rasa.

Daging yang sudah dipotong-potong tadi, ditusuk menggunakan lidi bambu.

Namun dibakar diatas bara arang saat akan dihidangkan.

Masih hangat dengan kuah yang berwarna kuning kental ditaburi keripik Balado khas minang.

Inilah yang disebut Sate Padang. Sebenarnya sajian khas Sumetera Barat ini ada tiga varian.

Yaitu Sate Padang, Sate Pariaman dan Sate Padang Panjang.

 

  1. Sate Maranggi

Yang membedakan dengan sate lainnya, proses pembuatan Sate Maranggi saat daging sapi atau kambing direndam bersama bumbu, sebelum dimasak dan dijadikan sate.

Makanya hidangan Sate Maranggi tidak perlu saus pendamping seperti Sate Madura atau lainnya.

Sate Maranggi selain disajikan bersama nasi putih atau lontong juga disajikan bareng ketan bakar plus sambal oncom.

Sate Maranggi ini adalah makanan khas suku Sunda, Jawa Barat.

Biasanya banyak ditemui di Purwakarta dan Cianjur.

 

  1. Sate Lilit

Kalau sate Kerang satu-satunya jenis sate yang tidk dibakar, sedangkan sate lilit satu-satunya sate yang dagingnya tidak ditusuk menggunakan lidi atau bambu.

Dalam bahasa Bali, lilit berarti membungkus.

Daging sate biasanya dikepal-kepal sedemikian rupa dan dibungkuskan ke stik bambu berbentuk pipih memanjang atau dibungkuskan ke batang serai.

Sementara daging yang digunakan untuk bahan sate mulai daging ayam, kambing, sapi, ikan laut hingga daging Babi.

Bahkan karena Sate Lilit ini berasal dari Bali, daging Kura-kura atau Penyu dijadikan bahan utama.

Daging-daging tersebut dihaluskan kemudian dicampur dengan parutan kelapa, jeruk nipis, santan bawang merah, lengkuas, kunyit dan merica.

 

  1. Sate Ponorogo

Yang menurut sejarah daerah asal muasal sate di Nusantara.

Sate Ponorogo juga memiliki keunikan sendiri.

Berbahan utama daging ayam, namun tidak dipotong kecil-kecil.

Daging ayam dipotong memanjang dan ditusuk menggunakan bambu.

O ya, daging ayamnya direbus dahulu. Sehingga saat menjadi sebenarnya sudah matang.

Ciri lain Sate Ponorogo, bumbu kacang yang dihaluskan bersama gula jawa yang kental ditambah beberapa bumbu lain.

Seperti bawang merah dan ketumbar.

Bila lidah memiliki selera pedas, cukup menyesuaikan sambal dari ulekan cabai saja.

Saat akan dihidangkan, sate Ponorogo bisa dibakar menggunakan pemanggangan atau diatas bara arang.

Sehingga masih hangat siap santap bersama nasi putih atau lontong.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#sate #maranggi #sate lilit #lontong kupang #sate padang #warok #sate kerang #Sate Kelinci #ponorogo #madura