Manisan pala ini memiliki sensasi hangat saat sampai tenggorokan. Manisan ini memiliki citarasa campuran antara manis dan asam.
Selain itu, aroma pala yang cukup menyengat menyantapnya seolah sedang menikmati sajian jamu.
Namun siapa sangka, aroma buah pala inilah yang menjadi daya tarik tersendiri makanan yang satu ini.
Sajian manisan pala sendiri ada dua jenis. Pertama manisan pala kering. Kedua manisan pala kuah atau basah.
Untuk membuatnya, dibutuhkan daging buah pala yang masih segar. Setelah dikupas, daging buah pala tersebut dipotong-potong hingga berbentuk menyerupai lima jari atau sesuai selera.
Selanjutnya, daging buah pala tersebut direbus dan kemudian direndam dengan air kapur untuk mempertahankan tekstur buah tersebut.
Daging buah pala yang sudah direndam air kapur itu kemudian dicampur dengan larutan gula pasir yang sudah dimasak hingga mendidih.
Setelah itu, manisan pala yang masih basah tersebut ditaburi gula pasir dan kemudian dikeringkan.
Untuk manisan pala basah, bedanya saat proses pemasakan sisa air rebusan tidak dibuang dan digunakan sebagai kuahnya.
Selain itu, manisan pala juga diyakini banyak kalangan sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Manisan pala dipercaya bisa menangkal perut kembung dan masuk angin.
Jajanan ini juga berkhasiat untuk melancarkan pencernaan. Untuk yang punya gangguan sulit tidur, tidak ada salahnya pula mengonsumsi manisan pala. (nic/bay)
Editor : Salis Ali Muhyidin