Datang ambil satu kemudian pergi. Datang lagi satu kemudian pergi lagi. Dan terus berulang ulang sampai jajanan di toples habis. Maklum suguhan lebaran memang tidak pernah mengenal kata stop untuk dinikmati.
Apalagi disajikan dengan bungkus warna warni yang begitu menggoda mata. Ditambah isian didalamnya benar-benar mantap gila. Nih, salah satu suguhan lebaran ala generasi jadul 80an adalah madumongso.
Jajanan lebaran ini berbahan dasar utama ketan hitam. Tekturnya yang lembut mirip dodol ini memiliki rasa manis asam. Dalam pengolahannya, ketan hitam menapaki pembuatannya melalui proses fermentasi.
Setelah fermentasi selesai. Ketan hitam akan ditambahi bebarapa bahan lain seperti gula, garam, santan, dan buah-buahan. Untuk madumongso biasanya buah yang dipilih yang memiliki cita rasa sedikit asam seperti nanas.
Sebagai pembungkusnya, digunakan kertas minyak. Kertas ini biasa digunakan sebagai bahan dasar layang layang dulunya. Warna pilihannya beragam. Madumongso dibungkus kedua sisinya seperti permen, eh pocong ding. Kok serem sih. (*)
Editor : Niklaas Andries