Salah satunya mengenai resep makanan dan jajanan yang diwariskan secara turun temurun. Tidak ada wasiat khusus terkait resep rahasia. Resep turun termurun diperoleh dari kebiasaan dan waktu kebersamaan dengan kedua sosok tersebut.
Jajanan legendaris Suku Osing lainnya tampak dari awok. Boleh jadi jajanan ini sudah jarang disuguhkan saat lebaran. Bahkan mulai punah dari daftar menu sajian khusus lebaran.
Sepintas kue ini mirip dengan wingko. Persamaan terletak pasa komposisi kue dibuat. Keduanya mengandung unsur bahan tepung ketan dan kelapa. Perbedaannya hanya pada cara memaksanya.
Awug dikukus sedangkan wingko dipanggang. Awug dibuat dengan susunan bahan tepung ketan yang dicampur dengan santan dan parutan kelapa. Sampai menjadi adonan lalu diisi dengan gula merah yang sudah diparut.
Awug kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus sampai matang. Gampang kan. Bahannya di Banyuwangi pun melimpah terutama bahan kelapa dan gula merah. (*)
Editor : Niklaas Andries