Banyak hal yang diinginkan seorang pemudik saat tiba di rumah. Bertemu keluarga, kerabat, saudara, dan tetangga menjadi penyemangatnya. Saling bisa bercengkrama sambil mengingat masa lalu.
Tentunya inilah yang menjadi lebaran begitu spesial di mata pemudik. Tidak terkecuali kangen akan sajian makanan di kampung halaman. Selain makan di rumah, beberapa pemudik bahkan sampai membawa makanan asli daerahnya ke perantauan.
Entah sebagai tombo kangen. Atau bahkan sebagai oleh oleh. Dan, masyarakat Banyuwangi punya cara membuat pemudik kangen dengan tanah leluhurnya. Salah satunya dengan sajian kue bagiak.
Kue legendaris Banyuwangi ini memiliki penggemar yang tidak pernah luntur. Kue ini berbentuk lonjong dan panjang. Bahan dasar pembuatannya adalah tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut dan bumbu dasar lainnya.
Bagi yang baru mencicipi kue ini akan mendapati tektur yang sedikit keras saat digigit. Tapi jangan cepet menilai. Saat kue bagiak masuk ke dalam mulut sensasi ngemil jajanan ini baru saja dimulai.
Kue bagian saat masuk dalam mulut langsung lumer dengan lembut. Paduan rasanya yang manis dan gurih membuat kue ini cocok sebagai teman bersantai maupun oleh oleh setelah pulang kampung ke Banyuwangi.
Rasa kue bagiak pun kini sudah berkembang. Selain rasa orisinilnya, kue ini juga sudah banyak varian rasa seperti vanila, susu, jahe, kacang, dan kayu manis. (*)
Editor : Niklaas Andries