Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Orson dan Limun, Minuman Jadul Khas Lebaran di Banyuwangi, Kesegarannya Jadi Pembeda Saat Anjangsana

Niklaas Andries • Kamis, 21 Maret 2024 | 19:05 WIB

MINUMAN LEGENDARIS: Generasi 80an pasti kenal dengan minuman Orson dan Limun. Keduanya sering jadi jamuan saat lebaran.
MINUMAN LEGENDARIS: Generasi 80an pasti kenal dengan minuman Orson dan Limun. Keduanya sering jadi jamuan saat lebaran.
Radarbanyuwangi.id – Selesai bermaafan dengan anggota keluarga. Anjangsana menjadi pilihan berikutnya saat perayaan lebaran. Saling berjabat tangan dan saling memohonkan maaf menjadi tradisi yang tidak lepas dari Idul Fitri.

Datang dari pintu satu rumah ke pintu rumah lainnya.  Beramah tamah dan bila beruntung tambahan angpao lebaran bisa diperoleh. Tanpa terasa hampir rumah satu kampung telah dikunjungi.

Sembari melepas lelah dan penat, untuk menyegarkan suasana dengan suguhan orson dan limun.  Sebelum negera minuman sachet rasa buah menyerang. Kedua minuman yang menjadi kebanggaan kala itu karena bisa dibilang sebagai softdrinknya generasi 80an kala itu.

Sepintas mirip tetapi sejatinya berbeda. Limun boleh dibilang sebagai minuman berkarbonasi karena mengandung soda. Harganya lebih murah dibandingkan minuman bersoda sejenis yang punya merek dan harga lebih mahal kala itu.

Sebut merek nggak apa ya ya, kayak Fanta atau Coca Cola gitu deh.  Yang khas dari limun ini adalah tutupnya. Sumbatan botol terbuat dari kayu.

Tutupnya terbuat dari kawat yang melilit bagian kayu untuk memberikan tekanan pada tutup botol agar senantaisa dalam kondisi rapat. Maka saat dibuka tutup botol dibuka terdengar bunyi, pletok!!.

TUTUP KAYU: Limun dan Orson jadul menggunakan penutup dari kayu dan kawat
TUTUP KAYU: Limun dan Orson jadul menggunakan penutup dari kayu dan kawat

Sepintas diilihat minuman ini mirip dengan minuman bir. Maka dulu generasi 80an sering membuat semacam parodi seperti bergaya teler atau mabuk setelah minum limun. Aslinya minuman ini nolalkohol alias tidak mengandung khamr sama sekali.

Limun sendiri mengandung komposisi asam sitrat, air, sari buah, gula asli, dan juga karbondioksida. Karbondioksida digunakan sebagai bahan untuk membuat buih. Alhasil saat minumnya akan merasa seperti meminum minuman yang penuh dengan uap. Dan, bersendawa endingnya.

Tingkah pura-pura mabuk pasti bikin gemes dan ketawa kalau generasi 80an mengingat kembali memori kekocakan dan kekonyolan saat itu. Hahahahaha hayo ngaku siapa yang pernah bertingkah seperti itu?.

Rasanya limun pun beraneka ragam mulai salak, jeruk, nanas, sirsak, dan strawberry. Namun rasa legend dari limun adalah rasa salak, sirsat  dan jeruknya. Sedangkan orson sendiri lebih mirip dengan sirup atau sari buah kemasan.

PERNAH JAYA: Botol Limun zaman dahulu yang digandrung anak-anak dan kalangan dewasa di era kejayaannya.
PERNAH JAYA: Botol Limun zaman dahulu yang digandrung anak-anak dan kalangan dewasa di era kejayaannya.

Orson bisa diminum langsung tanpa harus dioplos dengan air putih. Perbedaan orson dengan limun terletak pada kandungan sodanya. Orson tidak mengandung soda. Variasi rasanya pun lebih kurang sama dengan limun.

Bagi generasi 80an kala itu, orson atau limun tidak jadi soal mana yang disuguhkan saat lebaran. Dicampur dengan es batu bisa membuat suasana lebaran lebih semebyar dan hidup. Dagaha pun minggat seketika. (*)

Editor : Niklaas Andries
#Limun #Bir #nanas #Strawberry #jeruk #mabuk #lebaran #Air Putih #idul fitri #Air #anjangsana #salah #Sirsak #angpao #Dahaga #minuman jadul #fanta #coca cola #sari buah anggur #nonalkohol