Datang dari pintu satu rumah ke pintu rumah lainnya. Beramah tamah dan bila beruntung tambahan angpao lebaran bisa diperoleh. Tanpa terasa hampir rumah satu kampung telah dikunjungi.
Sembari melepas lelah dan penat, untuk menyegarkan suasana dengan suguhan orson dan limun. Sebelum negera minuman sachet rasa buah menyerang. Kedua minuman yang menjadi kebanggaan kala itu karena bisa dibilang sebagai softdrinknya generasi 80an kala itu.
Sepintas mirip tetapi sejatinya berbeda. Limun boleh dibilang sebagai minuman berkarbonasi karena mengandung soda. Harganya lebih murah dibandingkan minuman bersoda sejenis yang punya merek dan harga lebih mahal kala itu.
Sebut merek nggak apa ya ya, kayak Fanta atau Coca Cola gitu deh. Yang khas dari limun ini adalah tutupnya. Sumbatan botol terbuat dari kayu.
Tutupnya terbuat dari kawat yang melilit bagian kayu untuk memberikan tekanan pada tutup botol agar senantaisa dalam kondisi rapat. Maka saat dibuka tutup botol dibuka terdengar bunyi, pletok!!.
Sepintas diilihat minuman ini mirip dengan minuman bir. Maka dulu generasi 80an sering membuat semacam parodi seperti bergaya teler atau mabuk setelah minum limun. Aslinya minuman ini nolalkohol alias tidak mengandung khamr sama sekali.
Limun sendiri mengandung komposisi asam sitrat, air, sari buah, gula asli, dan juga karbondioksida. Karbondioksida digunakan sebagai bahan untuk membuat buih. Alhasil saat minumnya akan merasa seperti meminum minuman yang penuh dengan uap. Dan, bersendawa endingnya.
Tingkah pura-pura mabuk pasti bikin gemes dan ketawa kalau generasi 80an mengingat kembali memori kekocakan dan kekonyolan saat itu. Hahahahaha hayo ngaku siapa yang pernah bertingkah seperti itu?.
Rasanya limun pun beraneka ragam mulai salak, jeruk, nanas, sirsak, dan strawberry. Namun rasa legend dari limun adalah rasa salak, sirsat dan jeruknya. Sedangkan orson sendiri lebih mirip dengan sirup atau sari buah kemasan.
Orson bisa diminum langsung tanpa harus dioplos dengan air putih. Perbedaan orson dengan limun terletak pada kandungan sodanya. Orson tidak mengandung soda. Variasi rasanya pun lebih kurang sama dengan limun.
Bagi generasi 80an kala itu, orson atau limun tidak jadi soal mana yang disuguhkan saat lebaran. Dicampur dengan es batu bisa membuat suasana lebaran lebih semebyar dan hidup. Dagaha pun minggat seketika. (*)
Editor : Niklaas Andries