Tapi banyaknya suguhan tersebut perlu kiranya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Bukan mustahil apa yang disuguhkan diatas meja tidak sesuai dengan ekspetasi. Seperti misalnya, kalengnya Khong Guan tapi isinya rengginang.
Tapi kalau sudah terlanjur, nggak apa apa. Toh rengginang juga enak juga. Rasanya kres kres dan gurih. Rengginang memang seolah jadi suguhan wajib saat lebaran khususnya di Banyuwangi. Jajanan ini di Banyuwangi juga punya ragam nama.
Masyarakat di Kalipuro misalnya menyebut rengginang dengan gerunggung. Sedangkan di Glagah ada yang menyebutnya dengan jumput. Tapi semuanya bermuara pada satu nama, rengginang.
Rengginang Banyuwangi memiliki keistimewaan dari bahan pembuatannya. Bahan utamanya adalah nasi atau bahkan cengkaruk. Untuk diolah menjadi rengginang harus dicampur dengan aneka bumbu seperti garam, kaldu jamur, bawang putih, ketumbar, air, dan tepung tapioka.
Cara buatnya sederhana dan mudah. Uleg bawang putih dan kemudian campur dengan garam dan ketumbar. Siram juga dengan kaldu jamur. Kemudian masukkan nasi kedalam ulegan bumbu dan tambahkan air, sedikit aja.
Aduk bahan tadi sembari ditambahkan tepung tapioka. Setelah tercampur rata kemudian tahap berikutnya adalah mengukus adonan tadi. Usai dikukus, taruh adonan diatas loyang sambil dibentuk sesuai selera.
Selanjutnya, jemur rengginang yang sudah dicetak tadi dibawah sinar matahari. Kemudian goreng rengginang dalam minyak panas. Dan, rengginang siap disuguhkan. (*)
Editor : Niklaas Andries