Radarbanyuwangi.id – Kalau ingat lagu Koes Plus yang berjudul Kolam Susu,”Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Bait pada lagu tersebut seolah menggambarkan bagaimana suburnya tanah di nusantara.
Saking suburnya, semua tanaman bisa tumbuh dan hidup dengan baik. Hal itu juga berlaku di Banyuwangi. Memiliki topografi berupa pegunungan dan lautan. Kota gandrung juga memiliki tanah yang sangat subur.
Maka tidak ada alasan terutama kebutuhan pangan tidak bisa terpenuhi. Termasuk memanfaatkan kekayaan alam berupa hasil tanaman sebagai pelengkap pemenuhan kebutuhan hidup. Tidak terkecuali ubi jalar yang banyak tumbuh subur di Banyuwangi.
Buah dari tanaman ini bisa menjadi modal jajanan jadul khas lebaran seperti Carang Mas. Sebagian masyarakat Suku Osing lainnya ada yang menyebut dengan Karang Mas.
Untuk membuatnya cukup mudah. Bahan utama ubi jalar dicampur dengan bahan lainnya seperti air, garam, gula pasir. Ditambah lagi bahan lain seperti minyak goreng untuk memproses gula karamel dalam jajanan ini.
Cara buatnya mudah. Ubi jalar dikupas kulitnya lalu diparut. Setelah itu panaskan minyak goreng lalu masukkan gula pasir sampai berbentuk karamel. Setelah itu masukan parutan ubi dalam larutan gula berbentuk karamel tersebut.
Setelah agak kering angkat ubi dan kemudian cetak sebelum karamel mengeras. Proses selanjutnya, goreng lagi karamel yang sudah dibentuk dengan minyak.
Jika sudah mulai kering angkat lalu tiriskan. Jangan keburu langsung dimakan. Tunggu dingin dulu ya. Karang/Carang Mas siap disuguhkan. Monggo!! (*)
Editor : Niklaas Andries