Radarbanyuwangi.id – Anjangsana atau bersilahturahmi saat lebaran tiba menjadi sebuah tradisi yang wajib dilakukan. Saling berjabat tangan dan memohonkan maaf menjadi pengisi momen silahturahmi tersebut.
Sambil ngomong ngalor ngidul, percakapan biasanya dimulai dengan obrolan seputar review pengalaman selama setahun terakhir.
Ada gelak tawa disana bahkan juga tetesan air mata. Tapi semua itu lebur jadi satu dalam momen Idul Fitri dengan kata saling memaafkan dan mengikhlaskan.
Sambil berbincang sajian kue didalam toples menjadi teman mengisi obrolan. Ting ting kacang misalnya yang menjadi kue legend saat lebaran di era 80 hingga 90an.
Jajanan ini berbentuk persegi panjang. Didalamnya tampak potongan kacang yang dibalut dengan coklat karamel yang super lengket.
Ting ting kacang biasanya dibungkus dengan plastik. Saat dimakan ada sensasi kres dari kacangnya. Aromanya itu lho, ada sensasi manis manisnya karamel dan juga ada semerbak jahe.
Maklum bahan ting ting kacang ini hanya dibuat dengan bahan dasar dari kacang tanah, gula, dan jahe saja. Kacang tanah awalnya sangrai lebih dulu.
Setelahnya baru dicincang kasar. Dengan menggunakan api sedang, panaskan gula pasir sampai meleleh dan menjadi cairan karamel. Masukkan sedikit margarin atau minyak goreng agar gak lengket.
Aduk aduk sebentar lalu masukkan kacang. Kemudian parut jahe dan masukkan bersama kacang dan adonan gula karamel tadi.
Setelah itu tuang ke atas loyang atau cetakan. Potong sesuai ukuran yang diinginkan. Gampangkan? Lebih mudah lagi yang tinggal makan tentunya, ya. (*)
Editor : Niklaas Andries