Radarbanyuwangi.id – Beberapa binatang mamalia memiliki ekor atau buntut. Sebut saja kucing, kuda, gajah, bahkan sapi juga punya benda yang memanjang di bagian belakangnya ini.
Tentu ekor di bagian belakang hewan ini banyak memiliki manfaat. Sapi misalnya bisa menjadi alat pengusir serangga yang menempel pada tubuhnya. Kucing juga menggunakan buntutnya untuk menjaga keseimbangan tubuhnya saat berlari misalnya.
Tapi kalau jajanan punya buntut, ini baru aneh namanya. Di Banyuwangi ada makanan yang ternyata punya ekor alias buntut tadi. Namanya tape buntut.
Jajanan ini sebetulnya adalah Tape Kethot. Hanya saja diberikan pembungkus membuat namanya berubah menjadi Tape Buntut. Komposisi pembuatannya pun sama, terbuat dari beras ketan.
Sebagai pendamping, tape ketan tadi dipadu dengan kethot alias tetel ketan, sebutan orang Suku Osing. Bungkus yang digunakan pun tidak sembarangan, daun kemiri.
Bukan tanpa alasan daun kemiri dipilih. Disinilah kearifan masyarakat Osing teruji secara ilmiah. Daun kemiri yang digunakan bungkus melindungi tape kethot dari bakteri. Imbasnya umur tape kethot akan lebih berumur panjang.
Saat tape kethot tadi dibungkus, ada bagian daun kemiri yang menjulur seperti ekor binatang. Inilah asbabun nuzul makanan ini disebut dengan Tape Buntut.
Jajanan ini familiar bisa ditemukan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Jajanan ini cocok untuk disantap kapanpun termasuk saat lebaran. Biasanya sajian ini dilaap saat siang hari teurtama saat cuaca sedang panas. (*)
Editor : Niklaas Andries