7 Jajanan Jadul Khas Lebaran di Banyuwangi, Nomer Akhir Paling Enjong Dinikmati Pakai Plastik dan Sedotan Lalu Dicampur Es Batu
Niklaas Andries• Rabu, 20 Maret 2024 | 13:05 WIB
SEDERHANA: Suguhan jajanan jadul lebaran lebih enak terasa enak karena bahan pembuatnya masih alami. Radarbanyuwangi.id – Bagi generasi era 80an yang lahir atau pernah tinggal di Banyuwangi, Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu.
Berkumpul bersama keluarga dan anjangsana ke tetangga, kerabat, dan saudara menjadi momen yang spesial.
Sembari mengenakan baju baru, berburu angpao lebaran juga menjadi hal yang mengasyikkan saat lebaran tiba.
Tidak terkecuali dengan berbagai hidangan dan jajanan yang disuguhkan diatas meja. Sebab pada masa itu tidak semua makanan bahkan jajanan bisa diperoleh dengan mudah.
Hampir semua jajanan hari raya diproses dengan hand made alias dibuat dengan tangan sendiri di rumah.
Bahannya pun kebanyakan bisa diperoleh dari hasil tandur di kebun alias tanam sendiri. Atau minta dengan baik baik dari kebun milik tetangga.
Tidak heran bila kemudian saat ini ada beberapa jajanan lebaran mulai langka disuguhkan kepada tamu saat lebaran.
Hal ini tentunya membuat kangen beberapa orang untuk sekadar mencicipi atau bernostalgia kembali dengan jajanan jadul tempo dulu.
Bagi masyarakat Osing di Banyuwangi khususnya, memiliki beberapa jenis jajanan jadul yang biasa disuguhkan saat lebaran tiba.
Jawa Pos Radar Banyuwangi telah merangkum 7 sajian jajanan lebaran yang mulai langka disuguhkan saat lebaran di masyarakat Banyuwangi, diantaranya :
1. Kue Sato
KHAS: Kue Sato menjadi kue tradisional Banyuwangi yang disuguhkan dalam segala suasana
Kue sato ini dibuat dari bahan kacang hijau atau nasi aking. Keduanya memiliki cita rasa yang nyaris sama. Tapi sato berbahan nasi aking lebih gurih dan nikmat. Kue ini dicetak dengan cetakan dari kayu dengan motif bunga atau kupu-kupu.
2. Tingting Kacang
MIRIP PERMEN: Citarasanya yang manis dan lengket kue ini diidentikkan dengan permen karena gula karamelnya yang lengket.Jajanan ini berbentuk persegi panjang. Bahan utamanya adalah kacang tanah dan gula karamel. Dalam pembuatannya disertai bahan lain seperti parutan jahe. Tingting kacang biasanya dibungkus dengan plastik dan ditempatkan di toples kaca atau beling.
3. Sagon
LEGEND: Kue ini juga menjadi kegemaran masyarakat Banyuwangi karena rasa gurihnya. . Tapi ada juga yang menggunakan tepung kanji dan tepung ketan. Rasanya manis dan gurih.
4. Carang/Karang Mas
MANIS: Carang Mas disukai anak-anak dan dewasa karena rasanya yang manis tapi gak bikin eneg.Jajanan ini berbahan dasar utama ubi. Untuk membuat carang/karas mas cukup sediakan bahan pendukung lainnya seperti minyak goreng, gula, dan garam. Ibu dipotong kecil memanjang. Lalu dibumbuhi dengan gula karamel dan digoreng kecokletan. Rasanya manis dengan sensasi lengkat khas gula karamelnya.
5. Tape Kethot
BIKIN SEGER: Tape ketot merupakan suguhan penggugah selera masyarakat Banyuwangi
Jajanan ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan makanan yang mengandung karbohidrat, ketan. Sementara kethot merupakan nama lokal untuk ketan yang diolah mirip dengan sagon.
6. Lepet
TEMAN KETUPAT: Saat kebaran lepet sering disadingkan dengan ketupat. Mungkin karena pembungkusnya samaJajanan ini berbahan utama beras ketan yang dipadu dengan parutan jelapa. Rasanya gurih dan tentunya enak. Pembungkus makannya menggunakan janur kelapa dengan tali rafia yang biasa digunakan untuk mengikat makanan ini. Selain ketan biasanya didalam lepet juga ditambahkan kacang sebegai toping.
7. Limun atau Orson
JAJANAN SEKOLAH: LImun atau orson lebih enak dinikmati dingin sambil dituang dalam plastik dan pake sedotan.Minuman ini menjadi primadona khususnya anak anak dikala itu. Rasanya beraneka ragam mulai Salak, Jeruk, hingga kopi. Disajikan dengan es batu menjadikan minuman ini paling ditunggu saat lebaran tiba. Apapun suguhan lebarannya, limun orson bikin suasanae sueger makyus pol rasane.
Jadi menurut kamu jajanan mana yang paling dikangenin saat lebaran sob. Atau mungkin punya jajanan favorit sendiri yang paling disukai pas Idul Fitri. (*)